bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT MRT Jakarta (Perseroda) menginformasikan bahwa studi kelayakan untuk proyek perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus menuju Serpong masih dalam proses dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa hasil studi ini akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk pembahasan aspek kelembagaan, pembiayaan, dan desain teknis.
Tuhiyat menambahkan bahwa meskipun studi kelayakan ditargetkan rampung akhir tahun, proyek ini masih memerlukan beberapa tahapan sebelum memasuki fase pembangunan. Tahapan tersebut meliputi pembahasan kelembagaan, penyusunan skema pendanaan, dan penyelesaian desain teknis rinci (DED). Oleh karena itu, pembangunan MRT Lebak Bulus-Serpong diperkirakan belum akan dimulai dalam waktu dekat.
Rencana perpanjangan jalur MRT hingga Serpong merupakan hasil kajian bersama antara MRT Jakarta dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land). Jalur ini diharapkan dapat menyediakan alternatif transportasi massal bagi warga yang beraktivitas di koridor Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyatakan bahwa studi kelayakan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Ia menambahkan bahwa pemerintah menyambut positif rencana pengembangan rute ini karena berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan.
Kajian perpanjangan MRT Lebak Bulus-Serpong sendiri telah dimulai sejak Juli 2025, diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MRT Jakarta dan Sinar Mas Land untuk studi komprehensif mengenai trase, teknologi, dan skema pembiayaan. CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menyatakan inisiatif ini didorong oleh tingginya mobilitas warga Tangerang Selatan ke Jakarta yang saat ini didominasi oleh kendaraan pribadi. Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menyebut studi ini juga bertujuan memetakan kebutuhan investasi dan mencari model pembiayaan yang layak.
Selain rencana perpanjangan ke Serpong, pemerintah juga tengah mengembangkan proyek transportasi berbasis rel lainnya di Jakarta, termasuk pembangunan MRT Jakarta fase 2 (Bundaran HI-Kota) yang ditargetkan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, serta proyek MRT East-West (Balaraja-Cikarang) yang dijadwalkan memasuki tahap konstruksi awal tahun ini.