bytedaily - Melansir laporan dari nature.com, sebuah penelitian global yang komprehensif telah mengidentifikasi pola sedimentasi pada waduk di seluruh dunia, menyoroti risiko yang terabaikan pada waduk berukuran kecil. Studi ini menganalisis lebih dari 550.000 waduk, di mana sekitar 95% di antaranya memiliki luas kurang dari 1 kilometer persegi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat sedimentasi telah diremehkan di lebih dari 75% wilayah yang memiliki waduk jika hanya mempertimbangkan waduk besar. Fenomena ini menyebabkan hilangnya rata-rata kapasitas penyimpanan air waduk global sebesar 7,3% ± 2,8% per dekade. Hampir seperlima dari seluruh waduk kini berstatus berisiko tinggi terkena sedimentasi.
Penelitian ini mengidentifikasi 16 titik panas sedimentasi tinggi secara global, yang tersebar di Wilayah Barat Amerika serta Sabuk Sedimen Afro-Eurasia. Kondisi ini berpotensi mengancam pasokan air bagi lebih dari 2 miliar orang dan berdampak pada sekitar 26% lahan irigasi di seluruh dunia.
Para peneliti memproyeksikan bahwa tanpa adanya intervensi, lebih dari separuh dari seluruh waduk di dunia dapat menjadi tidak berfungsi secara operasional pada tahun 2060. Angka ini mencakup 58,6% waduk kecil dan 38,1% waduk besar.
Temuan ini menekankan urgensi penerapan pengelolaan sedimen berbasis alam yang ditargetkan, terutama di wilayah kering. Waduk-waduk kecil di daerah tersebut memegang peranan krusial dalam penyediaan air domestik dan produksi pangan.