bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Studi Ungkap Paparan Sinar Matahari Tak Selalu Cukupi Kebutuhan Vitamin D

Redaksi 19 Juli 2026 14 views
Studi Ungkap Paparan Sinar Matahari Tak Selalu Cukupi Kebutuhan Vitamin D
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah penelitian terbaru dari Newcastle University, Inggris, menunjukkan bahwa paparan sinar matahari, bahkan selama bulan-bulan terterang dalam setahun, tidak menjamin kadar vitamin D dalam tubuh menjadi tinggi. Bernard Corfe, peneliti nutrisi yang terlibat dalam studi tersebut, menyatakan bahwa temuan ini mengejutkan karena kadar vitamin D peserta tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, bahkan di musim panas.

Studi yang dilakukan antara Desember 2024 hingga Agustus 2025 ini melibatkan 299 partisipan, dengan setengahnya berusia di atas 65 tahun dan sisanya adalah orang dewasa muda berkulit gelap. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari separuh partisipan lansia memiliki kadar vitamin D di bawah ambang batas yang direkomendasikan. Angka ini bahkan lebih tinggi pada kelompok dewasa muda, dengan lebih dari 72 persen di antaranya juga berada di bawah ambang batas.

Vitamin D memiliki karakteristik unik karena dapat diperoleh dari makanan dan juga diproduksi oleh tubuh melalui paparan sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari. Kondisi ini membuat kekurangan vitamin D sering terjadi di negara-negara dengan empat musim, terutama saat musim dingin.

Penelitian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kadar vitamin D, mengingat ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi efektivitas sinar matahari dalam meningkatkan vitamin D. Tiga alasan utama yang diidentifikasi adalah pertambahan usia yang mengurangi efisiensi produksi vitamin D oleh kulit, peran melanin pada kulit yang berfungsi seperti tabir surya alami menghalangi sinar UV, serta faktor geografis seperti intensitas sinar matahari yang lebih lemah di wilayah utara bumi.

Sebelumnya, vitamin D telah dikaitkan dengan kesehatan mental, di mana kadar vitamin D yang lebih tinggi berkorelasi dengan gejala depresi yang lebih sedikit pada individu yang didiagnosis depresi. Beberapa ilmuwan juga tengah meneliti potensi hubungan antara kadar vitamin D dengan penurunan risiko kanker dan diabetes, meskipun penelitian di area ini masih terus berkembang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.