bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 02:56 WIB

Subaru Mulai Gunakan Transmisi CVT Sejak 2010, Kapan Menjadi Pilihan Tunggal?

Redaksi 25 Mei 2026 10 views
Subaru Mulai Gunakan Transmisi CVT Sejak 2010, Kapan Menjadi Pilihan Tunggal?
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) telah menjadi bagian dari lini produk Subaru selama beberapa waktu. Meskipun teknologi ini pertama kali muncul pada model Justy tahun 1989, versi Lineartronic modernnya baru debut pada Subaru Legacy generasi kelima di tahun 2010. Menurut Subaru, sistem ini menggunakan sabuk, rantai, dan puli untuk menggantikan transmisi otomatis tradisional demi performa dan efisiensi yang lebih baik.

Pergeseran Subaru ke transmisi CVT utamanya didorong oleh manfaat penghematan bahan bakar dan akselerasi yang mulus serta linier. Desainnya yang ringan dan ringkas, membutuhkan lebih sedikit komponen dibandingkan transmisi otomatis standar, juga berkontribusi pada biaya produksi yang lebih rendah. Meskipun Subaru bukan pelopor teknologi ini, mereka menjadi merek pertama yang memasarkan CVT modern secara massal kepada konsumen Amerika pada tahun 1989. Saat itu, transmisi otomatis tradisional umumnya hanya empat percepatan dengan kualitas perpindahan yang kurang baik, sehingga mobil dengan harga terjangkau, efisiensi bahan bakar yang lumayan, dan rasio gir yang tampaknya bervariasi menjadi tawaran menarik. Namun, CVT awal ini tidak terlalu andal seiring bertambahnya jarak tempuh dan akhirnya dihentikan, tidak kembali hingga Lineartronic debut bertahun-tahun kemudian.

CVT Lineartronic milik Subaru hadir dalam dua varian utama, TR580 dan TR690, dengan TR690 yang secara fisik lebih besar dan dirancang untuk aplikasi berat. Meskipun teknologi Lineartronic mulai digunakan pada hampir semua Subaru bermesin otomatis pada tahun 2014, baru setahun kemudian Subaru mulai menawarkan transmisi ini sebagai satu-satunya pilihan pada model tertentu. Dimulai dengan Outback 2015, diikuti oleh Legacy 2017, dan kemudian Forester 2018. Tak lama setelah itu, model 2019 seperti Subaru Ascent mulai hadir di diler sebagai mobil CVT-only. Namun, Subaru Impreza dan Crosstrek masih tersedia dengan transmisi manual hingga tahun 2024, ketika kedua mobil tersebut akhirnya beralih ke CVT sebagai satu-satunya pilihan penggerak.

Hingga tahun 2026, satu-satunya mobil dari lini mesin pembakaran internal Subaru yang dapat dipilih dengan transmisi otomatis tradisional adalah BRZ, yang tersedia dengan pilihan transmisi manual enam percepatan atau otomatis enam percepatan. Bahkan WRX 2026 memiliki opsi CVT dalam jajarannya (standar pada trim GT dan opsional pada trim Limited), tetapi trim Premium dan tS masih hadir standar dengan transmisi manual.

Beberapa masalah umum yang dilaporkan pada CVT Subaru meliputi getaran, mati mesin, overheat, kelambatan akselerasi, dan suara mendengung bernada tinggi. Versi TR690 awal (ditemukan pada model Legacy/Outback 2010 dan 2011) diketahui mengalami kegagalan kopling konverter torsi, menurut sebuah video YouTube oleh MrSubaru1387. Solusinya adalah mengganti kopling baru, yang cenderung sangat mahal. Mungkin kekhawatiran terbesar dengan CVT awal adalah body katupnya, khususnya solenoid di dalamnya. Komponen ini cenderung rusak, tetapi biasanya pada jarak tempuh 150.000-200.000 mil. Penggantiannya, seperti yang bisa dibayangkan, membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang intensif. Selip rantai dan kegagalan bearing utama CVT juga dilaporkan sebagai masalah, tetapi mungkin tidak sesering yang disebutkan sebelumnya.

Periode 2012-2015 menjadi puncak masalah CVT Subaru, seiring semakin banyaknya mobil dari lini produk mereka yang mulai dilengkapi transmisi ini. Memang sempat ada gugatan class-action, namun Subaru tetap bertanggung jawab atas produknya, menawarkan perpanjangan garansi hingga 10 tahun atau 100.000 mil pada model-model tertentu yang terdampak. Subaru yang lebih baru yang dilengkapi dengan CVT umumnya dianggap lebih sedikit bermasalah, karena perusahaan telah memperkenalkan banyak pembaruan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.