bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti menilai perubahan format pertandingan menjadi tiga gim dengan 15 poin pada musim depan tidak serta-merta mengakhiri dominasi An Se Young di tunggal putri.
An Se Young tampil dominan dan, menurut laporan tersebut, hanya sekali kalah sepanjang 2026. Ia juga meraih tiga gelar besar, yakni juara Asia, juara dunia, dan juara Asian Games.
Susy menilai format baru dapat membantu memperpanjang karier atlet karena pertandingan berpotensi berlangsung lebih singkat. Menurutnya, faktor usia, kekuatan, kecepatan, dan kondisi fisik tetap penting, tetapi kematangan juga berpengaruh. Ia mencontohkan Chou Tien-chen yang mendekati usia 40 tahun dan masih mampu bersaing.
Perubahan dari sistem tiga gim 21 poin menjadi tiga gim 15 poin, kata Susy, tidak sebesar peralihan dari sistem pindah bola ke rally point pada masa lalu. Format baru membuat pertandingan lebih pendek, sementara tuntutan konsentrasi dan fokus meningkat.
Susy menilai An Se Young telah mencapai kematangan dalam bermain. Atlet yang sudah berada pada tahap tersebut, menurutnya, memahami cara menghadapi lawan dan menentukan langkah di lapangan. Menjaga fokus, konsentrasi, konsistensi, serta kondisi fisik menjadi tantangan utama.
Susy juga memperkirakan sistem 15 poin dapat membuat masa aktif atlet lebih panjang dibandingkan pada eranya. Ia menyebut sejumlah pemain putri kini masih bermain setelah berusia 30 tahun, sedangkan pemain putra dapat bertanding hingga usia 40 tahun.