bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pelatih kontingen pencak silat asal Purwakarta, Hamudi, menyatakan antusiasme tinggi dari para atletnya untuk menghadapi Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026. Hamudi membawa belasan atlet muda dengan target mayoritas mereka dapat menembus babak final.
Turnamen yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) ini dijadwalkan berlangsung pada 25-28 Juni 2026. Acara akbar ini diprediksi diikuti oleh sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah dan akan bertempat di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Rombongan Purwakarta terdiri dari 16 atlet, mencakup empat pesilat tingkat Sekolah Dasar (SD), delapan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan empat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Komposisi tim ini terdiri dari sembilan atlet putra dan tujuh atlet putri.
Hamudi mengungkapkan harapannya agar 85 persen dari atletnya mampu mencapai babak final. Menjelang pertandingan yang kurang dari 24 jam lagi, fokus persiapan Hamudi adalah menjaga kebugaran fisik atletnya melalui pengaturan pola makan, istirahat yang cukup untuk adaptasi iklim arena, serta penguatan mental bertanding.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, menyatakan bahwa teknik sehebat apapun tidak akan maksimal jika mental bertanding menurun. Dalam proses pembentukan mental petarung yang tangguh, Hamudi menerapkan latihan khusus, termasuk memasangkan atlet putri dengan atlet putra untuk meningkatkan daya serang, serta membiasakan atlet putra bertanding melawan lawan berpostur lebih tinggi atau berpengalaman.
Hamudi juga mengapresiasi regulasi ketat dari panitia Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 yang membatasi jadwal pertandingan hingga maksimal pukul 18.00 WIB. Menurutnya, kebijakan tanpa pertandingan malam hari ini sangat mendukung istirahat dan pemulihan kondisi fisik atlet muda.
Namun, ia memberikan catatan evaluasi terkait manajemen waktu perilisan bagan pertandingan. Hamudi berharap pada penyelenggaraan berikutnya, jadwal pertandingan dapat diumumkan lebih awal untuk efisiensi biaya logistik kontingen daerah, mengingat ketidakpastian jadwal hingga H-1 dapat meningkatkan pengeluaran.