bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, luasnya geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan menghadirkan tantangan signifikan bagi industri logistik. Seiring pertumbuhan ekonomi dan pesatnya e-commerce, sektor ini dituntut untuk beroperasi lebih efisien dan gesit.
Menurut data Asosiasi Logistik Indonesia, biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi, mencapai 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh melampaui rata-rata negara maju yang berkisar antara 8-10%. Tekanan biaya ini semakin diperparah oleh ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi.
Dalam kondisi tersebut, manajemen armada yang cerdas dan strategis menjadi krusial untuk mencegah lonjakan biaya operasional yang dapat menurunkan daya saing perusahaan. Di era digital, telematika armada bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan produktivitas operasional.
Persepsi bahwa telematika hanya sebatas GPS tracking perlu diubah. Teknologi ini telah berkembang pesat, menawarkan kemampuan yang jauh melampaui pelacakan lokasi semata. Di tengah kenaikan biaya logistik dan dorongan praktik bisnis berkelanjutan, telematika dapat menjadi solusi transformatif.
Associate Vice President Geotab SEA, Ezanne Soh, menjelaskan bahwa telematika tidak hanya fokus pada pelacakan lokasi, tetapi juga memberikan visibilitas menyeluruh terhadap armada, mulai dari perilaku pengemudi hingga konsumsi bahan bakar. Pihaknya menekankan pentingnya teknologi ini dalam meningkatkan keselamatan, terutama dengan potensi bahaya dari hilangnya fokus sesaat di balik kemudi.
Untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan armada di Indonesia, seperti infrastruktur yang belum memadai, jaringan seluler yang tidak stabil, fluktuasi harga bahan bakar, disiplin pengemudi, usia kendaraan, dan kemacetan, sistem manajemen armada yang tepat menjadi solusi. Geotab hadir untuk menjawab kebutuhan ini dengan menawarkan kapabilitas telematika yang melampaui pelacakan dasar, guna mentransformasi pengambilan keputusan dalam pengelolaan armada.