bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, konsep teleportasi yang selama ini dikenal dalam fiksi ilmiah kini mulai beranjak dari ranah imajinasi menjadi kemungkinan teknologi, berkat kemajuan dalam fisika kuantum.
Gagasan untuk memindahkan suatu objek atau informasi dari satu lokasi ke lokasi lain secara instan ini, menurut para ilmuwan, dapat diwujudkan dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kuantum. Penelitian di bidang ini telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, dimulai dengan upaya fisikawan untuk mentransfer keadaan kuantum dari satu atom atau partikel subatomik ke partikel lain yang berada di lokasi berbeda, tanpa adanya kontak fisik langsung.
Keadaan kuantum sendiri merupakan deskripsi matematis yang menyimpan informasi tentang sifat partikel subatomik, seperti tingkat energi elektron atau polarisasi foton. Konsep inilah yang mendasari istilah 'teleportasi kuantum'. Eksperimen pada akhir 1990-an berhasil menunjukkan bahwa transfer keadaan kuantum dapat dilakukan dalam jarak pendek. Puncak kemajuan terjadi pada tahun 2017, ketika teleportasi kuantum berhasil dilakukan melintasi jarak yang signifikan, termasuk antara Bumi dan orbit rendahnya, dengan memanfaatkan fenomena keterikatan kuantum atau *quantum entanglement*.
Keterikatan kuantum menjelaskan bagaimana partikel-partikel subatomik dapat saling terhubung secara intrinsik, terlepas dari jarak yang memisahkan mereka. Ilmuwan IBM Quantum, Jason Orcutt, menyatakan bahwa pada dasarnya, alam semesta bersifat kuantum dan manusia sendiri adalah informasi kuantum.
Potensi teleportasi kuantum sangat besar dalam memecahkan masalah-masalah kompleks. Berbeda dengan komputer klasik yang menggunakan sistem biner (0 atau 1), sistem kuantum memanfaatkan *qubit* yang dapat merepresentasikan 0, 1, atau kombinasi keduanya secara bersamaan hingga diukur (superposisi). Selain itu, *qubit* dapat mengalami keterikatan, di mana pengukuran pada satu *qubit* secara instan memengaruhi *qubit* lain yang terikat dengannya. Kemampuan ini membuka jalan bagi komputasi kuantum yang mampu melakukan perhitungan yang mustahil bagi komputer konvensional.
Dengan kekuatan komputasi kuantum, simulasi dunia molekuler yang akurat, perancangan proses industri yang lebih efisien seperti produksi nitrogen sintetis, atau penciptaan material baru yang revolusioner menjadi lebih mungkin. Orcutt menambahkan bahwa ada masalah-masalah yang sangat sulit, yang tingkat kesulitannya setara dengan usia alam semesta, yang tidak dapat dipecahkan dengan komputasi klasik.
Oleh karena itu, transfer keadaan kuantum dari satu tempat ke tempat lain tanpa memindahkan materi fisik, atau yang kita kenal sebagai teleportasi, menjadi semakin masuk akal. Ketika dua sistem kuantum terikat, keadaan keduanya akan saling bergantung tanpa memandang jarak. Inilah prinsip yang memungkinkan transmisi informasi melalui teleportasi kuantum. Prosedur teleportasi keadaan kuantum pertama kali dipaparkan dalam sebuah makalah ilmiah pada tahun 1993, dan sejak itu, serangkaian demonstrasi eksperimental terus dilakukan, termasuk keberhasilan teleportasi pada dekade 2010-an.