bytedaily - Melansir laporan dari jpost.com, sejumlah artefak dari era Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi berhasil ditemukan dalam penggalian di Ihnasya Al Madinah. Lokasi ini berada di tepi barat Sungai Nil, seperti yang diumumkan oleh Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada hari Minggu.
Ihnasya, yang juga dikenal dengan nama Yunani Heracleopolis atau "Kota Heracles", dulunya merupakan ibu kota nome Mesir Hulu. Dalam bahasa Mesir Kuno, kota ini dikenal sebagai *nn nswt*, yang berarti "Anak Raja".
Salah satu temuan penting adalah sebuah kartus (prasasti bergambar) yang memuat nama takhta dan nama lahir Firaun Senusret III, raja kelima dari Dinasti ke-12 Kerajaan Pertengahan Mesir. Penemuan kartus ini, menurut Hisham El-Leithy, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, sangat signifikan karena mengonfirmasi status sakral kota tersebut pada masa Kerajaan Pertengahan.
Selain itu, ditemukan pula kartus lain yang bertuliskan nama Osir-Naref, bentuk lokal dari dewa kematian Mesir, Osiris, yang merupakan salah satu dewa utama yang disembah di Ihnasya kuno.
Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa basilika Romawi yang awalnya berfungsi sebagai bangunan publik pada periode Ptolemaik sebelum diubah menjadi gereja pada masa awal Kristen. Reruntuhan kuil Doric yang berasal dari abad ke-6 juga ditemukan di situs tersebut. Mohamed Abdel-Badie, Kepala Sektor Purbakala Mesir Kuno di Dewan Tertinggi Purbakala, menjelaskan bahwa beberapa batu dari kuil tersebut digunakan kembali untuk fondasi dan kolom penopang basilika.
Temuan lainnya termasuk kepala patung dewi Yunani Aphrodite yang terbuat dari marmer. Kepala patung ini menampilkan ciri-ciri wajah dan rambut keriting yang mencerminkan gaya artistik klasik yang umum pada patung dewa-dewi dan tokoh penting pada periode tersebut. Ditemukan pula patung dinding dan sisa-sisa cetakan tembikar yang digunakan untuk mencetak koin dari periode Romawi. Dr. Sami Dardiri, Kepala Administrasi Pusat Purbakala Mesir Tengah, menyatakan bahwa temuan-temuan ini mencerminkan status kota pada masa Romawi serta keberlanjutan kemakmuran budaya dan ekonominya. Para arkeolog saat ini masih bekerja untuk mempelajari artefak-artefak tersebut dan menentukan tanggal pastinya.