bytedaily
Jumat, 10 April 2026

Terobosan Flying Disc: Dari Permainan Kampus ke Arena Kehormatan SEA Games 2025

Redaksi 07 April 2026 9 views
Terobosan Flying Disc: Dari Permainan Kampus ke Arena Kehormatan SEA Games 2025
Ilustrasi: Terobosan Flying Disc: Dari Permainan Kampus ke Arena Kehormatan SEA Games 2025

bytedaily - Olahraga yang mengandalkan lemparan piringan plastik, yang dikenal luas sebagai flying disc, akan mencatat sejarah baru di kancah internasional. Kali ini, olahraga yang berevolusi dari permainan mahasiswa di Amerika Serikat ini akan hadir sebagai disiplin demonstrasi di SEA Games XXXIII Thailand 2025, menandai debut resminya di ajang multi-olahraga terbesar Asia Tenggara.

Perjalanan flying disc dimulai pada tahun 1871 di Universitas Connecticut, di mana mahasiswa menggunakan loyang pai dari perusahaan Frisbie untuk permainan lempar tangkap. Sebutan populer "Frisbee" pun lahir dari nama produsen tersebut. Seiring waktu, pengembangan piringan plastik secara komersial mengantarkan permainan ini menjadi disiplin kompetitif dengan nama resmi "Flying Disc", meskipun istilah "Frisbee" tetap melekat erat di kalangan masyarakat.

Pengakuan global terhadap popularitas flying disc semakin menguat dengan mendapatkan perhatian dari Komite Olimpiade Internasional (IOC). Kehadirannya di SEA Games 2025 sebagai olahraga demonstrasi akan menampilkan dua format paling populer: Disc Golf yang meniru prinsip golf dengan melempar disc ke keranjang target, dan Ultimate, sebuah olahraga tim 7 lawan 7 yang mengutamakan operan cepat tanpa bergerak sambil memegang disc.

Meskipun belum dipertandingkan di Olimpiade, flying disc telah memiliki federasi internasional, The World Flying Disc Federation (WFDF), yang aktif sejak 1985. Di Indonesia, olahraga ini juga mulai dikenal, namun pengembangannya masih menghadapi tantangan dalam penyebaran yang lebih merata di luar komunitas siswa sekolah internasional.