bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara tegang dan antusias saat bertanding melawan An Se Young di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pertandingan yang berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, pada Kamis (20/8) siang tersebut berakhir dengan kekalahan Thalita dua gim langsung, 15-21, 11-21, dari unggulan nomor satu dunia tersebut.
Thalita mengakui adanya rasa tegang saat berhadapan dengan lawan yang sangat berkualitas. Meski demikian, ia berusaha menikmati pertandingan dan mengambil pelajaran berharga dari pengalaman tersebut. "Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Saya dapat pelajaran berharga setelah melawan An Se Young," ujar Thalita dalam rilis PBSI, Rabu (19/8).
Atlet yang menempati peringkat ke-53 dunia ini menambahkan bahwa ke depannya ia perlu meningkatkan aspek keamanan permainan dan ketekunan. "Berbagi lapangan dengan dia [An Se Young] tadi ada tegangnya, tapi excited dan berusaha buat enjoy saja," tuturnya.
Meskipun perjalanannya terhenti di fase kedua, Thalita tidak merasa berkecil hati. Debutnya di Kejuaraan Dunia ini menjadi pengalaman penting baginya untuk berkembang di masa mendatang. "Bersyukur banget bisa main di Kejuaraan Dunia. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari fisiknya dan tekniknya harus lebih matang lagi," jelasnya.
Tahun 2026 menjadi tahun yang penuh kejutan bagi Thalita. Atlet berusia 18 tahun ini merasa bangga atas pencapaiannya dapat berpartisipasi dalam berbagai ajang bergengsi dunia, termasuk Uber Cup, BATC, BAC, dan Kejuaraan Dunia. "Saya juga tidak menyangka tahun ini bisa ikut Uber Cup, BATC, BAC dan sekarang Kejuaraan Dunia. Pastinya saya bangga dengan diri saya, terima kasih untuk diri saya sendiri," ungkapnya.