bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, The Path, sebuah aplikasi terapi yang dirintis oleh para pendiri aplikasi kesehatan mental pria bernama Mental, kini telah menggalang dana sebesar $14,3 juta dalam putaran pendanaan awal (seed funding). Pendanaan ini dipimpin oleh Prime Movers Lab, dengan partisipasi dari atlet seluncur cepat Apolo Anton Ohno, petinju Deontay Wilder, dan Designer Fund. Tony Robbins, penulis dan pembicara motivasi terkenal, juga turut bergabung sebagai salah satu pendiri.
Ide The Path lahir ketika para pendiri Mental menyadari bahwa fitur audio interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) mendapatkan respons yang sangat positif dari pengguna mereka. Anson Whitmer, co-founder dan CEO The Path, menjelaskan kepada TechCrunch bahwa mereka melihat potensi besar dalam teknologi ini untuk menciptakan bentuk terapi AI yang lebih aman.
Whitmer, yang sebelumnya merupakan salah satu karyawan awal di aplikasi meditasi Calm bersama co-founder Tyler Sheaffer, mengungkapkan bahwa dorongannya untuk mengembangkan teknologi kesehatan mental berakar dari pengalaman pribadi yang tragis. Ketika berusia 19 tahun, pamannya meninggal dunia akibat bunuh diri. Peristiwa ini kemudian menginspirasinya untuk mengambil gelar PhD di bidang psikologi. Namun, saat masih kuliah, sepupunya juga melakukan bunuh diri, yang semakin memperkuat tekad Whitmer untuk membawa temuan ilmiah ke masyarakat luas.
Meskipun bekerja di Calm memberikan dampak yang signifikan, Whitmer merasa masih ada ruang untuk perbaikan. Ia berpendapat bahwa masalah kesehatan mental setiap individu sangatlah unik dan personal, sehingga akses terhadap terapi atau pendampingan individual yang memadai masih terbatas karena jumlah terapis yang ada di dunia tidak mencukupi.
Whitmer melihat Large Language Models (LLMs) dan AI sebagai jembatan untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Ia optimis bahwa teknologi AI kini membuka peluang bagi setiap orang untuk mendapatkan akses dan perawatan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan mereka. Laporan menyebutkan bahwa setidaknya 900 juta orang menggunakan ChatGPT untuk pertanyaan terkait kesehatan mental setiap minggunya.
Namun, Whitmer menyoroti bahwa chatbot konsumen yang umum digunakan untuk kesehatan mental dioptimalkan untuk keterlibatan (engagement), yang justru berlawanan dengan tujuan terapi dan pendampingan. Chatbot semacam itu cenderung mencari solusi cepat dan memberikan penguatan ide agar pengguna terus kembali, sementara terapi dan pendampingan yang efektif membutuhkan pemahaman mendalam terhadap masalah, penggalian asumsi, dan bantuan bagi individu untuk menemukan solusi mereka sendiri.
The Path melatih AI-nya untuk membangun struktur yang memungkinkan pengguna mencapai resolusi masalah dari pemahaman yang mendalam. Whitmer menambahkan bahwa model AI khusus yang dikembangkan startup ini telah mencapai skor 95 pada tolok ukur keamanan AI kesehatan mental, Vera-MH.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.