bytedaily - Dilansir dari bbc.com, tingkat pengangguran di Inggris turun secara tak terduga menjadi 4,9% dalam tiga bulan hingga Februari, meskipun diprediksi akan tetap di angka 5,2%. Namun, perlambatan pertumbuhan upah tahunan tercatat di angka 3,6% antara Desember dan Februari, laju terlemah sejak akhir 2020.
Penurunan angka pengangguran ini disebut mencerminkan kenaikan jumlah orang yang tidak aktif mencari kerja, yang tidak termasuk dalam perhitungan pengangguran. Liz McKeown, direktur statistik ekonomi di Office for National Statistics (ONS), menjelaskan bahwa data menunjukkan lebih sedikit siswa yang mencari pekerjaan sambilan.
Angka ONS juga menunjukkan jumlah pekerja yang terdaftar bergaji mengalami penurunan tipis 11.000 pada Maret. Sementara itu, lowongan pekerjaan turun ke level terendah dalam hampir lima tahun, mencapai 711.000 pada periode Januari hingga Maret.
Sebagian besar data ONS dikumpulkan sebelum eskalasi konflik Iran dan dampaknya terhadap harga energi. Para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan harga energi yang berkelanjutan dapat memengaruhi pasar kerja dalam beberapa bulan mendatang.
Yael Selfin, kepala ekonom di KPMG UK, menyatakan bahwa pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pada Februari, namun pembalikan tren mungkin akan terjadi. Ia menambahkan bahwa penurunan pengangguran sejalan dengan survei yang menunjukkan aktivitas perekrutan pulih sebelum konflik Timur Tengah.
Namun, Selfin memprediksi pengangguran kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring perusahaan mengurangi perekrutan akibat kenaikan biaya dan permintaan yang melemah. Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya memprediksi bahwa guncangan energi akibat konflik akan paling parah melanda Inggris di antara negara-negara maju, sehingga menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris tahun ini menjadi 0,8%.
Inggris sebagai importir energi neto dinilai sangat sensitif terhadap kenaikan harga energi yang cepat. Data resmi sebelumnya menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebesar 0,5% pada Februari, mengindikasikan pertumbuhan yang mulai membaik sebelum konflik.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.