bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Transaksi Mata Uang Lokal Tingkatkan Kedaulatan Keuangan Indonesia

Redaksi 17 Agustus 2026 3 views
Transaksi Mata Uang Lokal Tingkatkan Kedaulatan Keuangan Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Bank Indonesia (BI) telah menginisiasi transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sejak delapan tahun lalu sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Implementasi LCT menunjukkan perkembangan signifikan, terbukti dengan peningkatan transaksi lebih dari 70 kali lipat dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, yang mengindikasikan terwujudnya kedaulatan keuangan di tengah ketidakpastian global.

Data menunjukkan, nilai transaksi LCT pada tahun 2018 tercatat sebesar 348 juta dolar AS, kemudian melonjak menjadi 760 juta dolar AS pada 2019. Angka ini terus bertumbuh, mencapai 25,66 miliar dolar AS pada tahun 2025. Lebih lanjut, pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai transaksi LCT telah melampaui total transaksi sepanjang 2025, mencapai 32,89 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 592 triliun, dengan asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS.

Peningkatan transaksi LCT ini sejalan dengan perluasan kerja sama BI dengan berbagai negara. Dimulai dengan Malaysia dan Thailand pada 2018, kerja sama LCT kemudian diperluas ke Jepang pada 2019, China pada 2021, serta Korea Selatan dan Uni Emirat Arab pada 2024. Saat ini, terdapat enam negara mitra aktif dalam implementasi LCT, dan BI terus berupaya memperluas kerja sama ini ke negara lain seperti Singapura, India, dan Arab Saudi.

Pelaku usaha menyambut baik LCT sebagai alternatif penyelesaian transaksi internasional yang tidak bergantung pada dolar AS. Moelyono Soesilo, CEO PT Sumber Kurnia Alam, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah merasakan manfaat LCT sejak tahun lalu. Menurutnya, LCT mempermudah proses pembayaran tanpa perlu menukar ke dolar AS terlebih dahulu, cukup menggunakan mata uang kedua negara yang bertransaksi. Hal ini dianggap lebih efektif dan menekan biaya di tengah kondisi pasar keuangan yang fluktuatif akibat ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.

Moelyono menambahkan bahwa LCT memungkinkan diversifikasi mata uang bagi eksportir, sehingga dapat menekan risiko fluktuasi dolar AS. Transaksi LCT yang dapat dilakukan tanpa hedging melalui pasar spot langsung juga membantu pengusaha dalam mengelola risiko dengan lebih baik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.