bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:11 WIB

Vaksin Corona Pertama di Dunia Didesain AI dan Mulai Uji Coba ke Manusia

Redaksi 07 Juni 2026 15 views
Vaksin Corona Pertama di Dunia Didesain AI dan Mulai Uji Coba ke Manusia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah terobosan baru dalam pengembangan vaksin telah dicapai melalui penggunaan kecerdasan buatan (AI). Para peneliti dari Cambridge University dilaporkan berhasil merancang komponen kunci sebuah vaksin sepenuhnya menggunakan AI, sebuah pencapaian yang diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Vaksin ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh jenis virus Corona, termasuk varian yang menyebabkan Covid-19. Meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, vaksin ini telah melalui uji coba pada 39 partisipan manusia.

Proses perancangan vaksin ini berbeda dari metode konvensional yang biasanya menggunakan strain virus yang sedang beredar. Dalam pendekatan baru ini, para peneliti memanfaatkan kode genetik dari berbagai virus Corona yang telah terekam. Kecerdasan buatan kemudian menganalisis kode genetik tersebut untuk merancang 'super-antigen'. Antigen ini diharapkan mampu melatih sistem kekebalan tubuh agar memiliki perlindungan yang luas terhadap seluruh keluarga virus Corona, bahkan terhadap virus yang bermutasi.

Profesor Jonathan Heeney dari Cambridge University menyatakan bahwa ini adalah kali pertama antigen, komponen krusial dalam vaksin, dirancang oleh AI. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi AI yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan umat manusia.

Hasil awal penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of Infection menunjukkan bahwa vaksin ini aman bagi partisipan. Namun, pada tahap pertama uji coba, dampaknya terhadap sistem kekebalan tubuh dinilai cenderung tidak terlalu besar.

Tahap selanjutnya dari uji coba vaksin ini akan melibatkan sekitar 200 orang. Studi pada tahap kedua ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas vaksin dalam melatih sistem kekebalan tubuh.

Direktur Oxford Vaccine Group, Profesor Andy Pollard, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyebutkan bahwa pendekatan ini telah menunjukkan bukti yang meyakinkan dalam penelitian pada hewan. Ia menambahkan bahwa data yang dihasilkan dari penelitian ini sangat menarik dan menunjukkan kemampuan yang tidak terduga dalam menghasilkan respons imun.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.