bytedaily - Wasit terpaksa mendapat pengawalan polisi saat meninggalkan lapangan menyusul keputusan kontroversial dari Video Assistant Referee (VAR) dalam pertandingan semifinal Liga Champions Asia yang memicu kemarahan. Insiden tersebut terjadi saat tim Jepang, Machida Zelvia, unggul 1-0 atas Shabab Al-Ahli di waktu tambahan.
Tim asal Dubai, Shabab Al-Ahli, sempat mengira berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir, namun gol tersebut dianulir karena alasan yang tidak biasa. Tendangan solo spektakuler Guilherme Bala awalnya disahkan oleh wasit, namun setelah peninjauan VAR, gol tersebut dibatalkan. Keputusan itu didasarkan pada temuan bahwa tim Liga Pro UEA tersebut melanjutkan permainan dengan lemparan ke dalam saat Machida masih melakukan pergantian pemain.
Keputusan tersebut memicu kekacauan. Para pemain Shabab Al-Ahli mengerumuni wasit, pelatih Paulo Sousa terlihat masuk ke terowongan sebelum pertandingan berakhir, dan kiper Hamad Al-Meqbaali mendapat kartu merah setelah peluit akhir dibunyikan. Wasit Shaun Evans harus dikawal keluar lapangan oleh polisi.
Machida Zelvia, yang tampil di kompetisi ini untuk pertama kalinya, akan menghadapi wakil Arab Saudi, Al-Ahli, yang merupakan juara bertahan, di final pada 25 April.
Pelatih Shabab Al-Ahli, Paulo Sousa, menyatakan bahwa gol yang dianulir merupakan kesalahan teknis yang sangat besar dari wasit. "Sayangnya, inilah yang membuat sepak bola menjadi puing-puing. Itu adalah kesalahan besar memilih wasit ini untuk pertandingan ini," katanya. "Kami pantas berada di final dan kami pantas memainkan pertandingan penting ini."
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.