bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menyatakan rasa kecewa setelah dijatuhkan penalti long lap pada balapan Moto3 di Austria tahun 2026, namun tetap mengapresiasi poin yang berhasil ia kumpulkan.
Direktur balapan Moto3 Austria memutuskan Veda bersalah ketika berusaha menyalip rekan balapnya, David Munoz. Akibatnya, rider berusia 17 tahun tersebut terpaksa mundur ke posisi ke‑13, padahal sempat berada di antara empat pembalap terdepan.
"Saya senang dengan hasil hari ini. Tentu saya kecewa karena tidak memenangkan balapan yang saya perjuangkan, tetapi finis di posisi ke‑13 dan tetap mendapatkan poin merupakan hal yang positif," ujar Veda dalam keterangan resmi tim Honda Team Asia yang dirilis pada Senin (21/9).
Veda, yang berasal dari Wonosari, menegaskan kepercayaan dirinya terhadap motor dan kemampuan mengemudi, yang membantunya melaju cepat dari grid tengah ke barisan depan pada awal balapan. Namun, kontak dengan Munoz menghalangi upayanya untuk kembali masuk empat besar pertama kali sejak penampilan di Moto3 Prancis.
Dengan hasil akhir tersebut, Veda memperoleh tiga poin. Ia menambahkan, "Saya memperjuangkan finis di posisi empat besar karena kepercayaan diri terhadap sepeda motor dan diri saya sangat baik. Sayangnya, ada sentuhan dengan pembalap lain saat mencoba menyalip, namun saya menghormati keputusan direktur balapan dan menerima penalti long lap."
Rider kelahiran 23 November 2005 itu juga menyatakan antusiasmenya menjelang balapan berikutnya di benua lain, mengingat pengalaman yang telah ia dapatkan di sirkuit Motegi, Sepang, dan Mandalika.