bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 05:44 WIB

Wapres Apresiasi Capaian Swasembada Pangan Nasional dalam Satu Tahun

Redaksi 22 Juni 2026 11 views
Wapres Apresiasi Capaian Swasembada Pangan Nasional dalam Satu Tahun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi upaya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Kemandirian pangan disebut sebagai salah satu prioritas utama pemerintah di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok.

Gibran secara khusus menyoroti pemangkasan 145 regulasi distribusi pupuk subsidi yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada petani. Ia berpendapat bahwa Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan berkat kerja keras petani dan nelayan, yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang pro-pertanian dan perikanan. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo.

Lebih lanjut, Gibran menekankan pentingnya tidak bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola pertanian, termasuk pengendalian alih fungsi lahan, penyediaan benih unggul, akses permodalan, kepastian pasar, serta efektivitas distribusi pupuk subsidi.

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa target swasembada pangan yang diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun. Hal ini ditandai dengan kenaikan produksi pangan tertinggi kedua di dunia pada 2025 setelah Brasil, sehingga stok pangan nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton, jumlah terbanyak sejak Indonesia merdeka.

Kesejahteraan petani juga dilaporkan meningkat, dengan harga gabah mencapai Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah dan Nilai Tukar Petani (NTP) menyentuh angka 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun menjadi total Rp765 triliun. Pemerintah juga berencana memberikan bantuan bibit gratis untuk komoditas strategis seperti kakao, kelapa, dan tebu, yang akan mencakup lahan seluas 870 ribu hektare.

Dalam sektor perkebunan, pemerintah melakukan perbaikan tata niaga sawit melalui kebijakan ekspor crude palm oil (CPO) satu pintu, menyusul ditemukannya anomali harga tandan buah segar (TBS) sawit yang tidak sejalan dengan kenaikan harga CPO global dan penguatan dolar AS. Amran berharap harga TBS akan kembali normal dan meningkat hingga 10 persen untuk memperkuat kesejahteraan petani sawit.

Menurut Amran, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan serta keberpihakan Presiden dan Wakil Presiden terhadap sektor pertanian. Ke depan, pemerintah akan fokus pada percepatan hilirisasi pertanian dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.