bytedaily - Melansir laporan dari retailgazette.co.uk, penipu kini membuat situs web ritel tiruan yang muncul di hasil pencarian ChatGPT. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai potensi eksploitasi alat belanja berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menargetkan konsumen.
Layanan pemeriksaan penipuan, Ask Silver, mengidentifikasi adanya situs web palsu yang meniru merek Russell & Bromley dan Dunelm. Situs-situs tersebut muncul sebagai sumber ketika pengguna meminta rekomendasi belanja dari ChatGPT.
Dalam salah satu contoh yang diungkapkan Ask Silver, ketika meminta saran mengenai dompet dan tas populer dari Russell & Bromley, respons ChatGPT menyertakan saran produk, harga, dan tautan sumber. Namun, beberapa tautan tersebut mengarahkan pengguna ke situs web penipuan yang dirancang menyerupai situs resmi peritel alas kaki tersebut.
Situs-situs palsu ini dilaporkan menawarkan diskon besar hingga 80 persen, yang merupakan ciri umum penipuan belanja daring. Ask Silver mencatat beberapa contoh nama domain palsu yang digunakan, seperti therussellbromleyofficial, russellandbromleylondon, russellbromleyonlineuk, dan russell-and-bromley.
Masalah ini muncul setelah Russell & Bromley mengalami administrasi pada awal tahun ini dan kemudian dibeli oleh Next. Menurut informasi pelanggan Next, bisnis asli peritel alas kaki tersebut berhenti beroperasi setelah penunjukan administrator pada 21 Januari 2026.
Anna Jones dari Ask Silver berpendapat bahwa penipu mungkin memanfaatkan kebingungan seputar kebangkrutan merek tersebut dan transisinya ke Next, mengingat konsumen kemungkinan masih mencari Russell & Bromley secara langsung di internet.
Ia juga menambahkan kemungkinan bahwa model bahasa besar di balik ChatGPT telah 'diracuni', yaitu konten berbahaya dimasukkan ke dalam informasi yang digunakan oleh sistem AI, seringkali melalui halaman web tiruan yang dibuat oleh penipu.
Louise Baxter, kepala penipuan di National Trading Standards, memperingatkan konsumen untuk tidak menganggap sebuah situs web asli hanya karena muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI. Ia menyatakan bahwa konsumen semakin beralih ke alat AI untuk saran dan rekomendasi, namun pelaku kejahatan beradaptasi dengan cepat. Munculnya situs web penipuan dalam hasil AI dianggap mengkhawatirkan dan menjadi pengingat bahwa penipu akan mengeksploitasi teknologi baru apa pun untuk menjangkau calon korban.
Dunelm mengimbau pelanggan untuk hanya menggunakan situs web atau aplikasi resminya dan menyatakan bahwa mereka akan segera mengambil tindakan ketika menyadari adanya situs palsu.