bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:55 WIB

Waspadai Gejala Kerusakan Rack Steer, Komponen Vital untuk Keselamatan Berkendara

Redaksi 19 Juni 2026 10 views
Waspadai Gejala Kerusakan Rack Steer, Komponen Vital untuk Keselamatan Berkendara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, banyak pemilik kendaraan cenderung memprioritaskan perawatan mesin, ban, atau rem, namun sering mengabaikan komponen krusial yang memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara, yaitu rack steer. Komponen ini memegang peranan utama dalam sistem kemudi, berfungsi meneruskan putaran setir untuk menggerakkan roda depan. Ketika berfungsi optimal, rack steer memastikan pengemudi dapat mengendalikan kendaraan dengan stabil, presisi, dan responsif di berbagai kondisi jalan.

Jika performa rack steer menurun, pengendalian kendaraan akan terpengaruh. Setir bisa terasa kurang akurat, arah mobil menjadi tidak presisi, bahkan kendaraan bisa terasa limbung atau tidak stabil saat melaju dalam kecepatan tertentu. Asisten Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, menegaskan vitalnya peran rack steer dalam sistem kemudi. Ia menjelaskan bahwa komponen ini meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan, sehingga saat bekerja optimal, pengemudi dapat mengendalikan arah kendaraan secara stabil, presisi, dan responsif.

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengenali gejala awal gangguan pada rack steer. Salah satu tanda yang paling umum adalah setir terasa kurang stabil atau tidak kembali sempurna ke posisi tengah setelah berbelok. Selain itu, menjaga arah mobil agar tetap lurus bisa menjadi sulit meskipun setir dalam posisi normal. Pada beberapa situasi, bunyi dari area bawah kendaraan dapat terdengar saat melewati jalan yang tidak rata atau berlubang. Gejala lain yang patut diwaspadai adalah respons kemudi yang terasa lebih berat atau berubah-ubah. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jika dibiarkan berlarut-larut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.