bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Xi Jinping: Pengembangan AI Harus Kolaboratif, Bukan Dikuasai Satu Negara

Redaksi 17 Juli 2026 10 views
Xi Jinping: Pengembangan AI Harus Kolaboratif, Bukan Dikuasai Satu Negara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) seharusnya tidak didominasi oleh satu negara saja, melainkan memerlukan kerja sama internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai.

Xi menekankan pentingnya akses yang adil bagi negara-negara berkembang untuk membangun kapasitas AI mereka guna mencegah ketidakadilan. China menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga internasional demi memperluas peluang di sektor AI. Ia mengibaratkan pengembangan AI bukan sebagai 'panggung solo' satu negara, melainkan 'simfoni kerja sama internasional'.

Lebih lanjut, Xi menyerukan penolakan terhadap upaya mengaitkan AI secara berlebihan dengan keamanan nasional atau mengutamakan keamanan satu negara di atas negara lain. Pernyataan ini muncul di tengah pembatasan impor teknologi China oleh Amerika Serikat dan Eropa atas dasar alasan keamanan nasional, serta perseteruan antara Washington dan laboratorium AI di AS yang menimbulkan pertanyaan mengenai kendali akses teknologi.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS telah memperketat pembatasan pengiriman semikonduktor ke anak perusahaan China di luar negeri karena kekhawatiran celah hukum dalam aturan kontrol ekspor. Pedoman tersebut menegaskan bahwa izin ekspor untuk chip AI canggih berlaku bagi semua bisnis yang memiliki kantor pusat atau perusahaan induk di China.

Meskipun model AI buatan China mulai menyaingi teknologi AS dan menarik minat global karena harganya yang terjangkau, tata kelola sektor ini masih menjadi perdebatan, terutama terkait potensi penyalahgunaan dalam militer, oleh peretas, atau pelaku kriminal.

Dalam pidatonya, Xi juga menegaskan bahwa pengembangan AI harus berpusat pada manusia dan teknologi tersebut harus tetap berada di bawah kendali penuh manusia. Ia mendorong penerapan hukum, regulasi pemantauan, sistem peringatan dini, dan tanggap darurat untuk memastikan kontrol tersebut.

AI telah menjadi pilar strategis dalam kebijakan industri China, didukung oleh investasi besar pemerintah untuk membangun ekosistem domestik yang mandiri. Konsumsi 'tokens' AI di China dilaporkan melonjak seribu kali lipat dalam dua tahun terakhir. Meskipun China masih tertinggal dalam akses semikonduktor mutakhir, negara tersebut unggul dalam penyediaan daya untuk pusat data raksasa yang menjalankan chip AI, di mana pusat data skala besar dapat mengonsumsi listrik setara dengan dua juta rumah tangga.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.