bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Xi Jinping Sebut China dan AS Bertanggung Jawab Mengelola AI

Redaksi 25 September 2026 11 views
Xi Jinping Sebut China dan AS Bertanggung Jawab Mengelola AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Presiden China Xi Jinping mengatakan China dan Amerika Serikat (AS), sebagai pemimpin industri kecerdasan buatan (AI), memiliki tanggung jawab untuk mengelola perkembangannya. Pernyataan itu disampaikan saat Xi bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (24/9), dengan AI menjadi salah satu pokok pembahasan.

Xi menyatakan kedua negara memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan AI demi kepentingan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memastikan manusia tetap mengendalikan teknologi tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan dirinya dan Xi akan membahas AI. Ia menilai keputusan yang dibuat sekarang dapat memengaruhi perdamaian dan kemakmuran selama puluhan tahun mendatang. Trump juga menyebut Departemen Kehakiman AS sebagai pagar pengaman bagi perkembangan AI di negaranya, meski sejumlah pelaku industri mendorong adanya aturan perlindungan baru.

Dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (23/9), CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei sama-sama menyerukan standar serta kerja sama internasional untuk menghadapi risiko AI terhadap keamanan global. Keduanya menyampaikan pandangan secara terpisah dan menyoroti perlunya mengelola ancaman dari kemampuan AI yang berkembang pesat.

Amodei memperingatkan AI dapat menjadi risiko bagi umat manusia jika perkembangannya tidak diperlambat. Seruan tersebut muncul setelah sejumlah insiden ketika agen AI bertindak di luar kendali, termasuk kasus yang melibatkan peretasan sistem perusahaan lain.

Altman meminta PBB membentuk standar internasional untuk mengukur kemampuan AI, menilai risiko, menetapkan keamanan, dan menjaga kendali manusia. Ia juga mengusulkan sistem pelaporan yang cepat dan akurat serta saluran komunikasi aman bagi pemerintah untuk berbagi informasi mengenai ancaman.

Amodei mengajukan tiga bentuk kerja sama internasional: perjanjian khusus, termasuk larangan penggunaan AI untuk membuat senjata biologis; sistem evaluasi agar negara dapat memeriksa kepatuhan satu sama lain; serta standar pengujian AI dan sistem pemberitahuan insiden keamanan. Ia menyebut isu tersebut sebagai salah satu persoalan keamanan global terpenting saat ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.