bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, XLSmart menyoroti tingginya jumlah ponsel serta perangkat elektronik lain yang hanya tersimpan setelah tidak lagi dipakai, padahal masih mengandung material yang dapat dimanfaatkan kembali. Karena itu, perusahaan tersebut memprakarsai gerakan pengolahan e‑waste dengan memperkenalkan mesin pengumpul limbah elektronik bernama #ByeByeBox.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut siklus pergantian perangkat yang cepat menyebabkan akumulasi perangkat lama. Ia mengungkapkan bahwa rata‑rata masyarakat Indonesia mengganti handphone setiap dua hingga tiga tahun, dan sebagian perangkat lama masih beredar di pasar sekunder. Namun, ada pula perangkat yang tidak lagi memiliki nilai jual dan berakhir menumpuk bersama barang elektronik lain seperti charger, tablet, atau keyboard.
Merza menjelaskan bahwa kondisi tersebut memotivasi XLSmart untuk mencari cara agar perangkat yang tidak terpakai tidak hanya menjadi barang yang menumpuk. Menurutnya, banyak komponen dalam perangkat tersebut masih mengandung material bernilai yang dapat dipulihkan.
Untuk mewujudkan hal ini, XLSmart bekerja sama dengan REMIND dan menghadirkan #ByeByeBox, sebuah mesin pengumpulan e‑waste yang pertama kali ditempatkan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14‑28 September 2026. Setelah itu, mesin tersebut akan berkeliling ke berbagai acara dan kampus lain di seluruh Indonesia.
Dalam fase awal hingga November 2026, XLSmart dan REMIND menargetkan pengumpulan sekitar 600 kilogram limbah elektronik. Pengguna dapat memasukkan perangkat kecil yang tidak terpakai ke dalam #ByeByeBox; perangkat tersebut kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi kecerdasan buatan (AI), selanjutnya ditimbang secara otomatis dan tercatat dalam sistem REMIND.
Limbah yang terkumpul selanjutnya diproses untuk memulihkan material bernilai. Material yang masih dapat dipergunakan dipisahkan dan dikembalikan ke siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular. Merza menekankan bahwa tidak semua perangkat harus dihancurkan; beberapa dapat dievaluasi untuk perbaikan, peningkatan, atau refurbish oleh tim teknik ITB.
Skema ini diharapkan dapat memberikan nilai baru bagi perangkat yang sebelumnya tidak lagi digunakan. Pelanggan XL, Axis, dan Smartfren yang menyerahkan e‑waste melalui #ByeByeBox berhak mendapatkan bonus kuota berdasarkan berat barang: 500 MB untuk limbah di bawah 1 kg, 1 GB untuk 1‑2 kg, dan 1,5 GB untuk lebih dari 2 kg, dengan masa berlaku satu hari. Penyetor yang bukan pelanggan XLSmart berkesempatan menerima kartu perdana selama persediaan masih tersedia.