bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, XLSmart menargetkan perluasan jaringan 5G ke 101 kota hingga akhir 2026. Perusahaan akan memanfaatkan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas cakupan serta meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas.
Target tersebut bertambah dari rencana awal, yakni menghadirkan layanan 5G di 88 kota pada tahun ini. Direktur sekaligus Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, mengatakan perusahaan bergerak cepat setelah memperoleh izin menggunakan spektrum baru.
Dalam lelang frekuensi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital, XLSmart memperoleh blok 30 MHz atau 2x15 MHz pada pita 700 MHz dengan nilai penawaran Rp1,0602 triliun. Perusahaan juga mendapatkan 50 MHz pada pita 2,6 GHz senilai Rp231,6 miliar.
Kedua pita itu memiliki kegunaan berbeda. Spektrum 700 MHz mendukung perluasan cakupan, sedangkan pita 2,6 GHz dapat menambah kapasitas jaringan di wilayah dengan trafik tinggi. Group Head Corporate Communications XLSmart, Reza Mirza, menyebut spektrum baru akan digunakan untuk memperluas cakupan dan memperkuat jaringan 4G serta 5G.
Hingga semester I 2026, XLSmart telah menggelar layanan 5G di lebih dari 50 kota dengan sekitar 15 ribu BTS. Jaringan tersebut mencakup sekitar 23 persen populasi nasional. Perusahaan menyatakan ekspansi masih berlanjut untuk mencapai target 101 kota. Pemanfaatan spektrum baru mulai dilakukan pada Agustus 2026.
Penguatan jaringan itu menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung kebutuhan layanan berbasis kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan, dan transformasi digital. Konektivitas berkapasitas besar dan berlatensi rendah diperlukan untuk menunjang pertukaran data antara perangkat, jaringan, pusat data, dan layanan cloud.
XLSmart juga mengembangkan infrastruktur cloud bersama Tencent Cloud melalui proyek migrasi berskala besar. AI digunakan dalam sejumlah tahap untuk membantu mempercepat proses migrasi. Perusahaan menyebut pengembangan cloud tersebut sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur digital yang mendukung layanan berbasis data dan AI.