bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, pembalap Malaysia Hakim Danish Ramli menghadapi tantangan mental setelah menjalani Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, bagian dari musim penuh pertamanya di Moto3.
Manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, menilai Hakim masih perlu meningkatkan kematangan taktik dan kemampuannya mengelola emosi. Ia juga menyebut performa pembalap berusia 19 tahun itu belum konsisten sejak pertengahan musim. Harapan tinggi setelah hasil positif pada awal musim, menurut Zulfahmi, turut memberi tekanan psikologis kepada Hakim.
Zulfahmi menilai penampilan Hakim di Moto3 Mandalika pada Minggu (11/10) menunjukkan perkembangan. Meski memulai balapan dari posisi ke-26, Hakim mampu bangkit dan mendekati kelompok 10 besar. Zulfahmi mengatakan kemampuan tersebut menunjukkan Hakim memiliki kecepatan untuk bersaing, sementara posisi start yang lebih baik dapat membuka peluang meraih hasil lebih tinggi.
Ia menambahkan, persaingan di kejuaraan dunia balap motor menuntut ketahanan mental karena selisih waktu yang tipis dapat memengaruhi hasil. Konsentrasi dan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam situasi tersebut.
Hakim finis di urutan ke-14 di Mandalika setelah mengalami insiden kecil dengan Joel Kelso pada putaran terakhir. Ia juga menerima penalti tiga detik yang memengaruhi hasil akhir.
Hasil itu menambah dua poin bagi Hakim, sehingga ia kini mengoleksi 107 poin dan berada di peringkat kesembilan klasemen sementara Moto3 2026. Seri berikutnya, Moto3 Australia 2026, dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober.