bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sebuah periode 13 menit yang kacau di babak kedua pertandingan melawan Everton berpotensi menggagalkan ambisi Manchester City dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin (waktu setempat) menampilkan drama enam gol yang mendebarkan dan hasil imbang tersebut, setelah melalui akhir pertandingan yang luar biasa, bisa menjadi titik krusial di akhir musim.
Tim asuhan Pep Guardiola sempat unggul 1-0 berkat gol pembuka dari Jeremy Doku. Namun, mereka justru kebobolan tiga gol dalam kurun waktu 13 menit. Dua gol dicetak oleh Thierno Barry, salah satunya berkat kesalahan Marc Guehi, sementara satu gol lainnya dicetak oleh Jake O'Brien melalui sundulan.
Meskipun Erling Haaland berhasil memperkecil ketertinggalan sesaat setelahnya dan Jeremy Doku menyamakan kedudukan di menit akhir, City harus kehilangan poin berharga dalam persaingan dengan pemuncak klasemen, Arsenal.
Dengan hasil ini, nasib gelar juara kini sepenuhnya berada di tangan Arsenal.
Pertandingan di Hill Dickinson Stadium ini memang diprediksi sebagai laga sulit bagi City, dan terbukti demikian, di mana mereka harus puas berbagi poin dengan tim yang sedang berjuang mengamankan tempat di kompetisi Eropa.
"Lebih baik daripada kalah," ujar Guardiola mengenai hasil imbang 3-3 tersebut. "Ini menunjukkan tipe tim seperti apa mereka. [Gelar juara] tidak lagi di tangan kami. Sebelumnya iya, sekarang tidak. Kami masih memiliki pertandingan tersisa. Kita lihat saja apa yang akan terjadi."
Arsenal kini hanya membutuhkan tiga kemenangan dari tiga pertandingan terakhir mereka untuk memastikan gelar juara pertama sejak tahun 2004.
Mantan striker Arsenal, Thierry Henry, mengatakan di Sky Sports, "Saya tidak akan berpikir 'kami bisa kehilangan poin sekarang' jika saya adalah Arsenal, tetapi ini kembali ke tangan mereka, itu fakta. Saya akan tetap pada pendapat saya, saya tidak akan merayakannya terlalu dini. Belum ada yang selesai."
Setelah hasil imbang melawan Everton, raihan poin maksimal Manchester City musim ini adalah 83 poin. Arsenal saat ini mengoleksi 76 poin, sehingga mereka tahu tiga kemenangan dari tiga laga sisa akan memastikan gelar juara.
Keunggulan selisih gol Arsenal yang empat angka lebih baik dari City juga memberikan mereka sedikit keuntungan tambahan.
Ada skenario di mana tim asuhan Mikel Arteta bisa memenangkan liga secepatnya pada Rabu, 13 Mei (waktu setempat).
Jika mereka mengalahkan West Ham pada hari Minggu dan Manchester City kalah dari Brentford sehari sebelumnya, serta kekalahan City lainnya melawan Crystal Palace beberapa hari kemudian, maka Arsenal akan mengangkat trofi juara dengan dua pertandingan tersisa.
Namun, jika kedua tim terus meraih kemenangan, persaingan akan berlangsung hingga pekan terakhir.
"Itu pukulan besar bagi perburuan gelar Manchester City, tetapi Anda harus bangkit dan kembali berjuang," ujar mantan gelandang Blackpool, Charlie Adam, di BBC Radio 5 Live.
City masih memiliki tiga pertandingan kandang tersisa melawan Brentford, Crystal Palace, dan Aston Villa pada hari terakhir musim (24 Mei). Satu-satunya pertandingan tandang mereka yang tersisa adalah melawan Bournemouth yang sedang dalam performa bagus, tim yang akan dihadapi City hanya tiga hari setelah final Piala FA.
Sementara City berambisi meraih treble domestik, Arsenal kini memiliki peluang realistis untuk meraih trofi Liga Primer dan Liga Champions.
Pertandingan semifinal Liga Champions mereka melawan Atletico Madrid masih ketat menjelang leg kedua pada Selasa (waktu setempat) setelah hasil imbang 1-1 di Madrid pekan lalu.
Tiga pertandingan liga tersisa bagi Arsenal adalah tandang melawan West Ham yang terancam degradasi, kemudian menjamu Burnley yang sudah dipastikan terdegradasi, sebelum bertandang ke markas Crystal Palace di pekan terakhir.
"Saya khawatir dengan pertandingan melawan West Ham," tambah Henry. "Seperti halnya saya khawatir dengan pertandingan Manchester City hari ini."
Sementara itu, pandit BBC Sport dan mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, memprediksi di podcast BBC-nya bahwa Arsenal akan memenangkan semua sisa pertandingan liga mereka dan mengangkat gelar juara.
Ia berkata, "Kita sudah banyak mendengar tentang Arsenal yang gugup di bawah tekanan, tetapi..."
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.