bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Agility Robotics memperkenalkan Digit 5, robot humanoid yang dirancang untuk bekerja bersama manusia dan diklaim mampu beroperasi hingga 20 jam sehari.
Digit 5 memakai algoritma kecerdasan buatan dan sensor untuk mendeteksi orang di sekitarnya. Robot ini dapat menghindar, berhenti, atau duduk, serta memahami isyarat visual dan audio untuk merespons kebutuhan keselamatan.
Menurut situs resmi Agility Robotics, Digit 5 menggunakan NVIDIA IGX Thor dan kerangka keselamatan Halos untuk mendukung kerja sama yang lebih aman dengan manusia di pabrik dan gudang.
Baterainya diklaim dapat digunakan hingga 90 menit setelah pengisian selama sembilan menit. Rasio penggunaan terhadap waktu pengisian sebesar 10:1 itu lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, yang memiliki rasio 2:1. Robot ini dapat mengangkat beban hingga 22,7 kilogram.
Digit 5 memiliki berat 129 kilogram dan tinggi 181 sentimeter. Desainnya memungkinkan robot menjangkau rak serta melewati lorong, pintu, dan area kerja yang digunakan manusia. Ujung lengannya juga dapat diganti sesuai kebutuhan pekerjaan.
Sejumlah tugas yang dapat dilakukan Digit 5 meliputi membongkar palet, merawat mesin, mengemas dan menata produk, memeriksa kualitas, serta menyusun kembali barang di atas palet untuk pengiriman.
Robot ini terhubung dengan layanan cloud Agility Arc untuk menyediakan data operasional, seperti waktu aktif, throughput, dan rata-rata waktu insiden. Sistem tersebut juga dapat terhubung dengan perangkat lunak manajemen gudang dan manufaktur. Agility Robotics menyatakan data dilindungi melalui enkripsi end-to-end, kontrol akses ketat, dan pemrosesan lokal.
Agility Robotics menyebut generasi sebelumnya, Digit 4, telah beroperasi lebih dari 65 ribu jam selama hampir tiga tahun di Amerika Utara. Penggunaannya antara lain tercatat di perusahaan logistik GXO dan Amazon serta Toyota Motor Manufacturing Canada.
Hingga Mei 2026, perusahaan menyatakan telah menerima pesanan Digit 5 senilai lebih dari US$300 juta dari sektor manufaktur, pergudangan, dan logistik. Robot ini diperkirakan mulai dipasarkan pada 2027, dengan ketersediaan awal di Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Irlandia Utara.