bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pengembangan industri perkeretaapian dalam negeri perlu menjadi perhatian di tengah rencana KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang.
AHY mengatakan belum dapat memberi tanggapan lebih jauh mengenai rencana tersebut karena masih perlu berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Ia menyatakan kerja sama dengan negara lain, termasuk Jepang, merupakan hal yang wajar, tetapi harus turut mendukung pertumbuhan industri perkeretaapian nasional.
Menurut AHY, kebutuhan akan rangkaian kereta yang modern dan berkapasitas memadai perlu dipenuhi untuk melayani mobilitas masyarakat. Namun, ia berharap kemandirian industri kereta dalam negeri tetap dibangun. Kerja sama pengadaan dari luar negeri, kata dia, perlu disertai alih teknologi agar dapat dikembangkan menjadi inovasi domestik.
AHY juga menyampaikan pemerintah tengah berupaya memperluas jaringan kereta api. Upaya itu meliputi penambahan prasarana dan reaktivasi jalur yang tidak lagi beroperasi. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 7.000 kilometer rel aktif, sementara sejumlah jalur lain masih perlu dihidupkan kembali.
Pemerintah juga berencana membangun rel baru pada trase yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas penumpang dan pengangkutan barang, terutama logistik. AHY mencontohkan sentra komoditas di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi yang membutuhkan dukungan jaringan kereta untuk angkutan logistik.
Rencana KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang masih terkendala ketentuan batas usia kereta. KRL yang direncanakan berusia 25 tahun, sedangkan aturan Kementerian Perdagangan membatasi usia KRL bekas yang dapat diimpor hingga 20 tahun. KAI berencana menggunakan kereta tersebut di Indonesia selama 10 tahun.