bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan dalam industri durian Thailand untuk meningkatkan mutu buah dan mendukung ekspor ke China.
Di Chanthaburi, provinsi penghasil durian terbesar di Thailand, petani Nuttawoot Chanrueng memasang kamera dan sensor serta menggunakan sistem pengelolaan data di kebunnya. Sebagian besar perangkat tersebut berasal dari China.
Setiap pohon durian kini memiliki catatan digital mengenai kondisi pertumbuhannya. Teknologi Internet of Things (IoT) dan AI digunakan untuk mendeteksi masalah lebih awal serta memperkuat pelacakan.
Menurut VN Express, penggunaan teknologi itu membantu Chanrueng mengubah pengelolaan kebun yang sebelumnya mengandalkan pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang dapat dipantau dan dianalisis. Ia mengatakan, cara tersebut tetap mengadopsi kearifan generasi sebelumnya, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan disajikan dalam bentuk grafik.
Chanrueng menilai teknologi dari China menarik bagi petani durian Thailand karena biayanya terjangkau, mudah diperoleh, dan praktis digunakan. Teknologi tersebut juga menyediakan solusi siap pakai yang dapat diintegrasikan dengan AI secara bertahap.
China merupakan pasar ekspor durian terbesar Thailand. Pada paruh pertama 2026, nilai ekspor durian Thailand ke negara itu hampir mencapai US$3,79 miliar.
Di tengah persaingan yang meningkat dan persyaratan yang semakin ketat, Thailand menggunakan AI serta teknologi lain untuk menjaga konsistensi rasa durian. The Nation melaporkan, sejumlah perusahaan swasta telah memakai AI untuk menilai tingkat kematangan buah. Peneliti juga mengembangkan sistem yang dapat menentukan kematangan durian tanpa membelahnya.
Inisiatif Durian Digital Thailand telah membantu lebih dari 10 ribu petani mengadopsi teknologi di kebun mereka. Program tersebut mencakup pencatatan budidaya secara digital, pengelolaan air cerdas, dan sistem pendukung lainnya.