bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Airlangga Paparkan Faktor yang Mendorong Ekspor Vietnam

Redaksi 07 Oktober 2026 16 views
Airlangga Paparkan Faktor yang Mendorong Ekspor Vietnam
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kinerja ekspor Vietnam yang lebih pesat sebagai salah satu faktor ekonomi negara itu melaju lebih cepat dibandingkan Indonesia. Ia juga menyoroti perkembangan struktur industri dan perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Vietnam.

Menurut Airlangga, Indonesia masih bertumpu pada industri tier 1 berbasis agrowisata dan tier 2 berupa manufaktur dasar. Sementara itu, Vietnam telah bergerak ke industri tier 3 yang mencakup teknologi tinggi. Ia mengatakan pengembangan digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan perlu didorong agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mengejar Vietnam.

Dalam acara BIG Downstream Insights 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (6/10), Airlangga menyebut luas KEK Indonesia sekitar 24 ribu hektare, sedangkan Vietnam mencapai 2 juta hektare. Ia juga menilai Vietnam memberikan kepastian usaha dan pelayanan bagi investor asing.

Airlangga turut menyampaikan bahwa Vietnam lebih dahulu mengesahkan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa. Negara itu juga memiliki kesepakatan tarif dan nontarif dengan Amerika Serikat yang dinilai lebih menguntungkan, sehingga produk ekspornya dapat memasuki pasar negara maju dengan biaya lebih rendah dan proses lebih cepat.

Di sisi lain, Airlangga menyebut Vietnam tidak memiliki pasar domestik sebesar Indonesia. Karena itu, investasi yang masuk ke Vietnam diarahkan untuk mendukung ekspor.

Melansir Reuters, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal III 2026 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 8,81 persen setelah revisi. Kinerja ekspor dan investasi infrastruktur menjadi pendorong pertumbuhan tersebut, meski angkanya masih di bawah target pertumbuhan tahunan di atas 10 persen.

Reuters juga melaporkan bahwa ketergantungan Vietnam pada ekspor membuat negara itu terdampak kenaikan biaya impor sepanjang 2026 akibat perang Iran. Defisit perdagangan Vietnam selama sembilan bulan pertama tahun tersebut mencapai rekor tertinggi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.