bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Airlangga Sebut Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp10.800 Triliun

Redaksi 29 September 2026 10 views
Airlangga Sebut Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp10.800 Triliun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia berpeluang memperoleh nilai ekonomi US$400 miliar hingga US$600 miliar dari pertumbuhan ekonomi digital ASEAN. Dengan asumsi kurs Rp18.006 per dolar AS, jumlah itu setara sekitar Rp7.200 triliun sampai Rp10.800 triliun.

Airlangga mengaitkan potensi tersebut dengan rencana penandatanganan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di Manila, Filipina, pada November mendatang. Ia menyebut, jika kesepakatan itu ditandatangani, permintaan sektor digital di ASEAN dapat meningkat dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun.

Dalam acara Green Economy 2045 pada Selasa (29/9), Airlangga mengatakan perekonomian Indonesia mencakup sekitar 40 persen dari ekonomi ASEAN. Karena itu, kenaikan permintaan digital di kawasan diperkirakan membuka peluang ekonomi senilai US$400 miliar hingga US$600 miliar bagi Indonesia sampai 2030.

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi digital juga akan meningkatkan kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk pusat data atau data center. Ia menilai industri tersebut akan mengalami momentum dalam tiga hingga empat tahun ke depan, sementara negara-negara berlomba mengembangkannya.

Ia menambahkan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi akan memperbesar kebutuhan pusat data. Airlangga juga menyebut pengembangan kawasan digital park terus meluas. Fase pertama salah satu kawasan itu telah terjual habis, sedangkan proses ekspansi sedang berjalan. Ia mencontohkan pertumbuhan yang cepat di Karawang dan Bekasi.

Airlangga mengatakan peluang tersebut perlu disertai kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah, ujarnya, mendorong pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja digital, termasuk melalui kerja sama dengan ARM dari Inggris dalam pengembangan SDM bidang semikonduktor.

Ia menyatakan perkembangan ekonomi digital ASEAN merupakan bagian dari upaya transformasi ekonomi Indonesia. Pengembangan ekonomi hijau dan digital, menurutnya, berkaitan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.