bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Amazon kembali mengurangi jumlah karyawan, kali ini terutama di unit Stores yang mengelola situs utama e-commerce perusahaan. Seorang sumber menyebut jumlah pekerja profesional dan administratif yang diberhentikan kurang dari 1.000 orang.
Juru bicara Amazon mengatakan perusahaan menyesuaikan sejumlah bagian dalam bisnis Stores agar strukturnya lebih mendukung prioritas perusahaan. Kabar PHK tersebut juga beredar melalui kanal Slack internal dan dikonfirmasi oleh sejumlah karyawan kepada Reuters.
Informasi di kanal internal menunjukkan dampak pemangkasan mencakup beberapa divisi di bawah Stores, seperti layanan pelanggan dan layanan untuk mitra penjual. Karyawan di Amerika Serikat, India, dan Inggris termasuk yang menerima pemberitahuan. Pemangkasan juga berpotensi melibatkan unit lain di Amazon.
PHK di unit ritel berlangsung bertepatan dengan Prime Big Deal Days, program promosi yang digelar pada Selasa dan Rabu pekan itu dengan menawarkan berbagai potongan harga.
Pemangkasan terbaru ini menyusul gelombang PHK yang lebih besar terhadap 30 ribu karyawan, yang dimulai tahun lalu dan berlanjut hingga Januari. Dalam wawancara dengan Fox News pada Rabu, pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Amazon Jeff Bezos mengatakan perusahaan merekrut terlalu banyak orang selama pandemi sehingga pengurangan karyawan berlanjut. Ia menyebut lonjakan belanja saat banyak orang berada di rumah membuat jumlah tenaga kerja perusahaan meningkat besar.