bytedaily - Laporan dari bbc.com mengulas kemungkinan perubahan aturan dalam Premier League dan dampaknya terhadap penentuan juara musim 2025-26. Meskipun Arsenal dinobatkan sebagai juara setelah penantian 22 tahun, analisis alternatif ini mencoba mengeksplorasi bagaimana tim-tim lain tampil melalui berbagai metrik selain perolehan poin riil.
Metrik yang digunakan meliputi 'expected points' (xPTS), yang dihitung berdasarkan kualitas peluang mencetak gol (xG) dan kebobolan (xGA) setiap tim. Data ini bertujuan mengukur seberapa kuat performa menyerang dan bertahan sebuah tim secara riil. Dalam analisis ini, Sunderland dan Aston Villa diprediksi akan terdegradasi jika hanya berdasarkan xPTS, sementara Chelsea berpotensi lolos ke Liga Champions.
Selain itu, performa tim di kandang dan tandang juga dianalisis secara terpisah. Tottenham Hotspur menunjukkan perbedaan mencolok, tampil lebih kuat saat bermain tandang dan berpotensi lolos ke Liga Europa hanya dari laga away. Everton dan Nottingham Forest juga menunjukkan performa lebih baik di laga tandang dibandingkan kandang, yang dianggap mengejutkan mengingat reputasi atmosfer kandang mereka.
Sebaliknya, Fulham menjadi tim yang hasil kandangnya paling menonjol dibandingkan laga tandang. Musim 2025-26 juga disorot sebagai musim yang didominasi oleh 'set-piece', baik gol yang dicetak maupun pelanggaran yang terjadi. Arsenal disebut sebagai salah satu tim terbaik dalam eksekusi set-piece.
Analisis ini juga memaparkan klasemen Premier League jika hanya gol yang dicetak dari luar kotak penalti yang dihitung. Bagian akhir artikel memuat referensi singkat mengenai persiapan tim nasional Inggris untuk turnamen mendatang, namun tidak merinci lebih lanjut terkait klasemen alternatif berdasarkan gol dari luar kotak penalti.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.