bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 11:10 WIB

Satgas PASTI Selidiki Modus Penipuan Berbasis Streaming Drama China

Redaksi 29 Juni 2026 12 views
Satgas PASTI Selidiki Modus Penipuan Berbasis Streaming Drama China
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah memulai penyelidikan terhadap modus penipuan daring yang memanfaatkan platform streaming drama China. Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengonfirmasi bahwa kasus penipuan baru ini sudah dalam proses penyidikan di salah satu Kepolisian Daerah (Polda), meskipun tidak merinci lokasinya.

Hudiyanto menjelaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap penghitungan untuk menentukan jumlah pasti korban dan total kerugian finansial akibat penipuan ini. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperingatkan publik mengenai maraknya modus penipuan baru yang menargetkan penonton drama China sebagai respons terhadap tingginya laporan aktivitas keuangan ilegal yang diterima.

Sepanjang periode 1 Januari hingga 20 Mei 2026, OJK mencatat menerima total 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, sebelumnya telah mengidentifikasi situs-situs streaming drama China sebagai salah satu celah yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan.

Menyikapi peningkatan jumlah korban, OJK bersama Satgas PASTI telah melakukan pemblokiran besar-besaran terhadap situs dan aplikasi yang terbukti merugikan masyarakat. Selain itu, OJK juga memberikan sanksi administratif kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang melanggar aturan perlindungan konsumen, termasuk 48 peringatan tertulis, 5 instruksi tertulis, dan 17 sanksi denda. Hingga pertengahan Mei 2026, Satgas PASTI juga telah menghentikan operasional 951 entitas pinjaman online ilegal, 8 penawaran investasi ilegal, dan 1 aktivitas keuangan ilegal lainnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.