bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Anggaran Subsidi Energi untuk RAPBN 2027 Diproyeksikan Naik 20,1 Persen

Redaksi 19 Agustus 2026 3 views
Anggaran Subsidi Energi untuk RAPBN 2027 Diproyeksikan Naik 20,1 Persen
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah merencanakan alokasi anggaran subsidi energi sebesar Rp272,94 triliun untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 20,1 persen dibandingkan dengan proyeksi tahun 2026 yang sebesar Rp227,25 triliun.

Dana subsidi energi yang dialokasikan sebesar Rp272,94 triliun tersebut akan diperuntukkan bagi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu, Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram, dan listrik. Rinciannya, subsidi BBM jenis tertentu dialokasikan sebesar Rp28,7 triliun, meningkat dari outlook 2026 yang sebesar Rp26,4 triliun. Sementara itu, subsidi LPG 3 kg direncanakan sebesar Rp114,1 triliun, naik dari outlook 2026 yang mencapai Rp90,4 triliun. Untuk subsidi listrik, alokasinya adalah Rp130,1 triliun, juga mengalami kenaikan dari outlook 2026 yang sebesar Rp110,4 triliun.

Perhitungan anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam RAPBN 2027 didasarkan pada beberapa asumsi dan parameter. Ini mencakup nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah (ICP), serta subsidi tetap untuk minyak solar sebesar Rp1.000 per liter. Selain itu, ditetapkan juga volume untuk jenis BBM tertentu minyak solar sebesar 19.558,5 ribu kiloliter dan minyak tanah sebesar 539,0 ribu kiloliter, serta volume LPG 3 kg sebanyak 8.945,0 juta kilogram.

Peningkatan alokasi anggaran subsidi listrik terutama dipicu oleh kenaikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik dan peningkatan volume listrik yang disubsidi. Kenaikan BPP ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, fluktuasi harga minyak mentah akibat isu geopolitik global, serta peningkatan produksi pada pembangkit listrik berbasis gas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.