bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 08:47 WIB

Anna Moore Cetak Sejarah di Tim Softball Purdue Sejak Freshman

Redaksi 06 Mei 2026 12 views
Anna Moore Cetak Sejarah di Tim Softball Purdue Sejak Freshman
Ilustrasi visual (Sumber: sports.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, Anna Moore telah menorehkan sejarah di buku rekor softball Purdue bahkan sejak tahun pertamanya sebagai mahasiswa (freshman). Moore, yang berasal dari Cathedral, menjalani musim freshman paling mengesankan dalam sejarah tim Boilermaker, tidak hanya di lapangan tetapi juga dalam kehidupan akademis dan sosialnya.

Saat mahasiswa baru lainnya masih mencari jurusan, Moore langsung terjun ke bidang teknik. Di tengah tuntutan akademis dan atletik yang berat, ia juga menjadi satu-satunya anggota tim softball yang bergabung dengan perkumpulan mahasiswi (sorority). Keputusannya ini mengikuti tradisi keluarga, seolah ia memang ditakdirkan untuk menjadi seorang Boilermaker.

Dalam waktu kurang dari satu musim, Moore telah membangun warisan prestasinya. Kehadirannya di lini tengah infield dan lini tengah urutan pukulan menjadikan Purdue sebagai unggulan ke-10 yang tangguh di Turnamen Big Ten di Maryland minggu ini. Pelatih Purdue, Maggie Frezzotti, mengungkapkan bahwa sejak awal komitmen Moore, mereka tahu ia akan memimpin tim.

“Sejak dia berkomitmen di sini, kami tahu bahwa dia datang untuk memimpin tim ini,” kata Frezzotti. “Bahwa Purdue sangat berarti baginya, dan dia memiliki bakat, dia memiliki persiapan, dia memiliki etos kerja, dan dia memiliki cinta ekstra untuk Purdue yang kami tahu akan mendorongnya maju.”

Moore sempat merasa canggung saat pertama kali mengikuti kamp softball Purdue. Ia datang terlambat dan merasa kausnya yang bertuliskan Purdue tidak sebanding dengan seragam tim travel anak-anak lain yang lebih mewah. Frezzotti mengingatnya sebagai gadis kecil kurus yang mengenakan masker dan melakukan pukulan cepat (slap-hitting) di kandang pemukul.

Perkembangan Moore tidak hanya terjadi di lapangan. Pada kelas delapan, ia didiagnosis menderita penyakit celiac. Setelah menyingkirkan gluten dari makanannya, pertumbuhannya pesat. Ketika ia mulai serius berlatih beban di SMA, perkembangannya semakin meningkat. Pada tahun juniornya di Cathedral, Moore menjelma menjadi pemukul keras. Dari seorang pemukul cepat, kini ia mampu memukul bola ke segala arah dengan kekuatan.

Musim dingin sebelum ia bergabung dengan tim, Moore sempat mengalami cedera patah hidung akibat bola yang memantul tidak terduga dalam latihan. Ia harus absen beberapa minggu sebelum dinyatakan pulih dari protokol gegar otak. Setelah itu, ia jatuh sakit. Liburan Natal menjadi momen yang sangat ia nantikan untuk fokus pada pemulihan.

“Saya tidak perlu khawatir tentang sekolah,” kata Moore. “Saya hanya perlu makan, tidur, dan berlatih — yang pada dasarnya adalah apa yang saya lakukan. Saya memukul, saya rasa, setiap hari liburan. Saya memastikan saya melakukan semua latihan beban saya, dan saya juga sangat fokus untuk makan makanan yang tepat.”

Frezzotti terkesan dengan kembalinya Moore. “Dia kembali dan kami seperti, ‘Astaga’,” ujar Frezzotti.

Big Ten menghargai Moore sebagai Freshman of the Week sebanyak tiga kali selama musim reguler. Catatan 61 RBI-nya merupakan rekor tim untuk semua angkatan, melampaui rekor freshman. Sebanyak 14 home run yang ia cetak menyamai rekor tim dalam satu musim. Dengan OPS 1.280, ia hanya berada di belakang Moriah Polar, yang juga sedang memecahkan rekor ofensif Purdue.

Moore yang ditempatkan di urutan ketiga dalam susunan pemain sejak awal musim, seketika membawa elemen ledakan ke lini tengah tim. First baseman Haley Painter, yang mencetak 12 home run, menyoroti bahwa Moore menjalani pertandingan layaknya pemain veteran, sehingga statusnya sebagai freshman terasa kurang relevan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.