bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Antrean BBM di Bali Dipicu Kendala Distribusi dan Stok Pertalite

Redaksi 14 Oktober 2026 6 views
Antrean BBM di Bali Dipicu Kendala Distribusi dan Stok Pertalite
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bali sejak Senin (12/10) hingga Selasa (13/10). Kekosongan stok beberapa jenis BBM, terutama Pertalite, membuat pelayanan menyesuaikan persediaan dan antrean pembelian Pertamax ikut terjadi.

Antrean terlihat di sejumlah lokasi, khususnya Denpasar dan Kabupaten Badung. Kepadatan di sekitar SPBU menghambat arus lalu lintas. Personel Polsek Denpasar Selatan dikerahkan untuk mengatur kendaraan, memantau situasi, serta mengimbau warga agar tertib.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyatakan pasokan BBM tersedia di Depo Manggis, Kabupaten Karangasem, dan Depo Pesanggaran, Denpasar. Menurutnya, kendala terjadi dalam pengiriman dari depo ke SPBU, yang berlangsung sejak Senin sore hingga Selasa pagi dan terhambat kemacetan.

Koster menduga kekhawatiran warga terhadap ketersediaan BBM turut mendorong masyarakat mengisi kendaraan secara bersamaan sehingga stok di sejumlah SPBU lebih cepat habis. Ia mengimbau warga agar tidak panik dan menyebut distribusi diharapkan kembali normal dalam satu hingga dua hari.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meminta maaf kepada warga Bali atas antrean yang mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menyampaikan Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Simon menjelaskan, salah satu kendala berasal dari gangguan teknis pada jangkar kapal pengangkut BBM saat bongkar muat. Akibatnya, jadwal kapal bersandar yang semula direncanakan Senin (12/10) pukul 06.30 WITA tertunda hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Pertamina juga menyiapkan penambahan pasokan dan pengoperasian SPBU selama 24 jam.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.