bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai berkurang setelah sebelumnya padat. Pengaturan kendaraan, termasuk truk dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL), dinilai perlu dievaluasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai kapasitas dermaga Ketapang memadai. Menurut dia, kepadatan terjadi ketika truk yang dimensi atau muatannya melebihi ketentuan memasuki area pelabuhan.
Siswanto juga menyoroti keberadaan truk ODOL setelah aksi pemblokiran di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Ia menyebut situasi tersebut dapat menghambat kapal bersandar, mengganggu distribusi barang, dan berdampak pada kegiatan ekonomi. Ia meminta pengaturan di lapangan dilakukan konsisten serta operasional pelabuhan dijaga.
Anggota Komisi V DPR Edi Purwanto meminta Kementerian Perhubungan, ASDP, dan pemerintah daerah mengevaluasi penanganan kepadatan secara bersama. Menurut dia, evaluasi perlu mencakup kapasitas pelabuhan, pengaturan kendaraan sebelum masuk, proses naik kapal, bongkar muat, kesiapan kapal, serta arus kendaraan di jalan menuju Ketapang.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan pergerakan kendaraan di Ketapang mulai terkendali pada Jumat. Sekitar pukul 14.00 WIB, antrean tercatat sekitar 0,5 kilometer, sementara arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk berlangsung lancar. ASDP terus memantau pergerakan penumpang dan kendaraan serta menyesuaikan pola operasi kapal dengan kondisi di lapangan.
Sebanyak 27 kapal dioperasikan di sejumlah dermaga Pelabuhan Ketapang. Rinciannya, lima kapal di Dermaga MB 1, lima kapal di Dermaga MB 3, 12 kapal di Dermaga LCM, dan lima kapal di Dermaga MB 4. Pengoperasian kapal disesuaikan dengan kesiapan armada dan kebutuhan pelayanan.