bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Arab Saudi diprediksi akan menjadi saksi fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) terlama di daratan sepanjang abad ke-21, yang dijadwalkan terjadi pada 2 Agustus 2027. Peristiwa astronomis ini diperkirakan akan menyebabkan kegelapan total di siang hari untuk sementara waktu.
Perhitungan astronomis menunjukkan bahwa gerhana ini akan terlihat di sebagian besar wilayah Semenanjung Arab, dengan dampak paling signifikan terpusat di Arab Saudi bagian barat, khususnya di Kota Mekah. Di kota suci tersebut, Matahari diperkirakan akan tertutup sepenuhnya selama kurang lebih lima menit pada siang menjelang sore hari, menciptakan suasana gelap gulita.
Menurut informasi dari Arabia Weather, Mekah merupakan lokasi yang sangat strategis untuk menyaksikan fenomena langka ini. Saat puncak gerhana, kegelapan total akan menyelimuti tengah hari yang terik, bahkan memungkinkan pengamat untuk melihat gugusan bintang dan planet yang biasanya hanya terlihat di malam hari.
Selain Mekah, jalur totalitas gerhana ini juga akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, dan Mesir. Kota-kota besar yang berada di jalur ini termasuk Cadiz dan Malaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Mekah dan Jeddah di Arab Saudi. Di Mesir, Luxor diprediksi menjadi destinasi populer, dengan durasi totalitas maksimum selama 6 menit 23 detik yang akan terjadi sekitar 60 kilometer di tenggara kota tersebut.
Durasi gerhana pada tahun 2027 ini jauh melampaui gerhana matahari total tahun 2026 yang berlangsung 2 menit 18 detik, serta gerhana di Amerika Utara pada April 2024 yang mencapai 4 menit 28 detik. Secara teoritis, gerhana matahari total terpanjang yang mungkin terjadi adalah sekitar tujuh setengah menit, yang memerlukan kombinasi posisi Matahari di apogee, Bulan di perigee, dan jalur totalitas melintasi ekuator. Gerhana 2027 mendekati kondisi ideal tersebut.
Kelly Korreck, ilmuwan program gerhana di Markas Besar NASA, seperti dikutip dari Euronews, menyatakan bahwa Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui mengalami jenis gerhana matahari seperti ini, di mana Bulan memiliki ukuran dan jarak yang sempurna untuk melintas di depan Matahari. Fenomena ini menawarkan pengalaman visual yang luar biasa, di mana suhu udara bisa turun hingga 10 derajat Celsius, dan bintang serta planet akan tampak di langit yang gelap.
Selama fase totalitas, lapisan terluar atmosfer Matahari yang disebut korona, yang biasanya tidak terlihat, akan tampak sebagai filamen cahaya tipis yang memanjang ke segala arah. Korreck menambahkan bahwa meskipun otak manusia mungkin merasakan kecemasan saat langit menjadi gelap secara tidak biasa, pengalaman menyaksikan totalitas dan keindahan korona Matahari sangatlah menakjubkan dan membuat ketagihan.
Untuk memastikan keamanan pengamatan, penggunaan kacamata gerhana khusus yang memenuhi standar internasional ISO 12312-2 sangat diwajibkan di luar fase totalitas. Kacamata ini memiliki tingkat kegelapan ribuan kali lebih tinggi daripada kacamata hitam biasa.