bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:59 WIB

YouTube Ganti Sistem Hitung Views Video Mulai Agustus 2026

Redaksi 18 Agustus 2026 3 views
YouTube Ganti Sistem Hitung Views Video Mulai Agustus 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, YouTube akan menerapkan perubahan signifikan dalam cara menghitung jumlah penayangan (views) video di platformnya. Mulai tanggal 24 Agustus 2026, sistem penghitungan akan berubah menjadi langsung dihitung saat video mulai diputar, tanpa persyaratan durasi tonton minimum.

Perubahan ini bertujuan untuk menyamakan metode penghitungan views pada video berdurasi panjang dengan yang sudah diterapkan pada YouTube Shorts sejak Maret 2025. YouTube menyatakan bahwa standarisasi ini akan lebih akurat mencerminkan eksposur kreator kepada mitra merek.

Sebelumnya, untuk video berdurasi panjang, sebuah tayangan baru akan dihitung jika penonton menyaksikannya minimal selama 30 detik. Durasi 30 detik ini sebelumnya memberikan data penting bagi kreator mengenai minat penonton.

Meskipun kebijakan baru ini diprediksi akan meningkatkan angka penayangan secara drastis, YouTube menyadari pentingnya metrik lama bagi kreator. Oleh karena itu, data metrik lama akan tetap tersedia di YouTube Analytics dalam opsi Advanced Mode dengan label 'Engaged views'.

Langkah YouTube ini menyusul platform lain seperti TikTok dan X yang telah lebih dulu menghitung view sejak detik pertama pemutaran, bahkan untuk video yang diputar secara otomatis.

Perubahan ini dipastikan tidak akan berdampak pada kualifikasi monetisasi kanal kreator. Sebelumnya, YouTube telah memperbarui persyaratan YouTube Partner Program dengan menaikkan target jam tayang dan penayangan Shorts.

Selain itu, YouTube juga mengganti istilah metrik monetisasi 'valid public Shorts views' dan 'valid public watch hours' menjadi 'qualified Shorts views' dan 'qualified watch hours'.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.