bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkominfo) telah meminta Google Play Store dan Apple App Store untuk menghapus aplikasi Hornet dari peredaran di Indonesia. Permintaan ini muncul menyusul adanya aduan masyarakat terkait dugaan kampanye LGBTIQ+ yang dilakukan melalui platform tersebut, yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkominfo, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai keterkaitan Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengawasi platform digital yang beroperasi di tanah air, mengingat pentingnya menghormati nilai, norma, dan hukum yang berlaku.
Hingga Selasa (18/8), aplikasi Hornet dilaporkan masih dapat diakses melalui Play Store meskipun telah menerima peringatan dari Kemenkominfo.
Aplikasi Hornet sendiri merupakan platform kencan yang diluncurkan pada tahun 2012 oleh perusahaan teknologi queer asal Los Angeles, Queer Networks Inc. Platform ini dirancang khusus untuk komunitas gay atau LGBTIQ+ dan diklaim telah diunduh oleh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia.
Melalui berbagai fitur yang disediakan, Hornet bertujuan untuk menghubungkan pria gay, biseksual, transgender, dan queer. Pengguna dapat menemukan pria gay di sekitar mereka menggunakan fitur 'nearby' dan melihat profil pengguna lain. Informasi profil yang dapat diakses mencakup usia, etnis, tinggi badan, berat badan, peran, status hubungan, dan status HIV.
Selain itu, Hornet juga menawarkan layanan pesan teks, pesan suara, panggilan suara, dan panggilan video, mirip dengan platform media sosial lainnya. Pengguna juga dapat berbagi foto di beranda untuk mengekspresikan diri.
Terdapat pula opsi layanan berbayar yang menawarkan fitur eksklusif seperti bebas iklan, kemampuan melihat pengunjung profil, mengunggah lebih banyak foto, filter pencarian lanjutan, dan peningkatan visibilitas profil.
Queer Networks Inc. juga mengembangkan aplikasi pendukung bernama 'Hornet Live - Siaran Gay', yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi melalui siaran langsung. Streamer di Hornet Live dapat berkompetisi di papan peringkat dan menerima dukungan berupa hadiah virtual yang dapat dimonetisasi.
Meskipun aplikasi Hornet dibatasi untuk pengguna berusia di atas 18 tahun, peredarannya di Indonesia dinilai tidak sejalan dengan norma dan ketentuan yang berlaku.