bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Bos OpenAI: Kuliah 4 Tahun Terlalu Lama, AI Ubah Cara Berbisnis

Redaksi 18 Agustus 2026 3 views
Bos OpenAI: Kuliah 4 Tahun Terlalu Lama, AI Ubah Cara Berbisnis
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, CEO OpenAI, Sam Altman, berpendapat bahwa durasi kuliah selama empat tahun dianggap terlalu lama. Altman membandingkan pengalamannya sendiri yang memutuskan berhenti dari Stanford setelah dua tahun untuk mendirikan perusahaan rintisan (startup). Ia menilai bahwa empat tahun perkuliahan tidak selalu menjadi kebutuhan bagi setiap individu.

Pernyataan ini disampaikan Altman dalam sebuah acara jejaring yang diselenggarakan oleh investor Cory Levy di Internapalooza, yang dihadiri oleh para peserta magang teknologi. Dalam kesempatan yang sama, ia juga membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) mempermudah pembuatan produk dengan kebutuhan sumber daya yang lebih sedikit, serta pentingnya bagi pengusaha muda untuk segera beradaptasi dengan perkembangan ini.

Altman sendiri meninggalkan Stanford pada tahun 2005 setelah dua tahun menempuh pendidikan. Keputusannya diambil untuk bergabung dalam pendirian Loopt, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna berbagi lokasi. Startup tersebut kemudian menjadi bagian dari angkatan pertama di Y Combinator, sebuah perusahaan investasi startup.

Meskipun menghargai pengalamannya selama dua tahun di universitas, terutama kesempatan untuk membangun relasi, belajar hidup mandiri, dan mengerjakan proyek, Altman merasa bahwa melanjutkan dua tahun lagi tidak akan memberikan tambahan pengalaman yang signifikan baginya. Ia menyatakan bahwa hasil yang dicapainya akan berbeda jika ia tetap bertahan di universitas lebih lama.

Altman tidak serta-merta menolak pentingnya pendidikan tinggi. Namun, ia mempertanyakan relevansi durasi empat tahun perkuliahan di tengah perubahan cara orang bekerja dan belajar. Pandangannya ini sejalan dengan mentornya, Peter Thiel, yang dikenal memberikan dukungan finansial bagi anak muda yang memilih mengejar proyek-proyek dibandingkan jalur pendidikan konvensional.

Lebih lanjut, Altman mendorong para calon pengusaha untuk tidak terlalu khawatir mengenai penilaian orang lain. Ia menekankan bahwa membangun sesuatu memiliki makna lebih besar daripada sekadar membangun kredibilitas. Kemunculan AI, menurutnya, sangat memudahkan pendirian startup dengan mengurangi jumlah sumber daya yang diperlukan, memungkinkan pengusaha untuk mengembangkan bisnis tanpa tim besar di awal.

Altman juga tidak sepakat dengan pandangan bahwa pengusaha harus fokus pada satu proyek sejak awal. Ia menyarankan untuk mengeksplorasi beberapa ide sekaligus di awal karier guna menemukan yang paling menarik dan berprospek. Setelah memilih proyek yang paling diyakini, barulah komitmen penuh dan fokus tanpa gangguan diperlukan.

Inti dari pesan Altman adalah tentang kesadaran kapan harus bereksplorasi dan kapan harus berkomitmen, seiring dengan perubahan keadaan, bukan semata-mata soal pilihan untuk melanjutkan atau menghentikan kuliah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.