bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Premier League musim 2026/2027 akan segera dimulai, memicu diskusi mengenai tim mana yang berpotensi meraih gelar juara.
Menjelang bergulirnya musim baru, klub-klub peserta telah melakukan berbagai persiapan, termasuk mendatangkan pemain-pemain baru dan memperkenalkan wajah-wajah baru di jajaran skuad.
Chelsea tercatat memecahkan rekor transfer dengan mendatangkan Morgan Rogers senilai 117 juta poundsterling dari Aston Villa. Manchester City juga menunjukkan ambisinya dengan merekrut Elliot Anderson seharga 116 juta poundsterling. Tottenham Hotspur tidak ketinggalan, menggelontorkan 100 juta poundsterling untuk mendatangkan Sandro Tonali, sementara Manchester United memperkuat lini tengah mereka dengan kedatangan Andrey Santos dan Youri Tielemans.
Perubahan dalam skuad seringkali berdampak signifikan pada performa tim, begitu pula dengan pergantian pelatih. Sejumlah klub besar Premier League juga melakukan perombakan di pos pelatih.
Manchester City menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala baru. Liverpool kini berada di bawah arahan Antoni Iraola, dan Chelsea menunjuk Xabi Alonso sebagai juru taktiknya.
Dengan berbagai perubahan tersebut, prediksi mengenai calon juara Premier League menjadi semakin menarik. Super komputer Opta telah merilis prediksinya untuk musim 2026/2027.
Arsenal diprediksi menjadi juara dengan peluang mencapai 38 persen, didukung oleh kolektivitas tim di bawah asuhan Mikel Arteta. Tim berjuluk The Gunners ini memiliki pertahanan yang solid, bahkan setelah mempermanenkan Piero Hincapie.
Manchester City menempati posisi kedua dengan persentase juara 20,5 persen. Meskipun membutuhkan adaptasi dengan pelatih baru, Enzo Maresca diharapkan mampu melanjutkan kesuksesan tim pasca era Pep Guardiola.
Liverpool menyusul dengan peluang juara sebesar sembilan persen. Andoni Iraola diharapkan dapat mengembalikan performa gemilang The Reds.
Manchester United juga masuk dalam daftar kandidat juara dengan persentase 6,2 persen. Tren positif yang ditunjukkan di bawah kepelatihan Michael Carrick diharapkan dapat berlanjut seiring statusnya sebagai pelatih permanen.