bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:36 WIB

AS Larang Impor Robot dan Inverter dari China Demi Keamanan Nasional

Redaksi 29 Juli 2026 11 views
AS Larang Impor Robot dan Inverter dari China Demi Keamanan Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengeluarkan kebijakan yang melarang impor robot humanoid dan robot anjing dari China. Keputusan ini diambil dengan tujuan utama melindungi pengembangan kecerdasan buatan (AI) di AS dari potensi ancaman keamanan nasional, sekaligus mendorong pemindahan pusat manufaktur industri strategis ke dalam negeri.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengumumkan kebijakan tersebut pada Selasa (28/7), yang juga mencakup larangan terhadap perangkat power inverter buatan China. Perangkat inverter ini memegang peranan krusial dalam menghubungkan sumber energi terbarukan dan baterai dengan jaringan listrik serta infrastruktur pusat data.

Langkah pembatasan ini mencerminkan upaya pemerintahan Trump untuk mengamankan rantai pasok AI mereka dari potensi gangguan, pencurian data, dan serangan siber yang berasal dari China. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk mendorong industri agar memindahkan fasilitas produksi mereka kembali ke Amerika Serikat.

Menurut keterangan resmi FCC yang dilansir Reuters, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menciptakan kerentanan dalam rantai pasok yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan nasional AS, serta menimbulkan risiko siber bagi infrastruktur vital negara.

Ketua FCC Brendan Carr menyatakan bahwa lembaganya akan terus berkontribusi dalam menjaga keamanan rantai pasok nasional. Analis memprediksi bahwa robot humanoid yang dilengkapi AI akan semakin diadopsi di sektor industri dan konsumen, sementara pembangunan pusat data besar di AS sangat bergantung pada pasokan inverter yang andal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent telah mengingatkan kemungkinan pemberian sanksi kepada perusahaan AI China jika terbukti melakukan pencurian hak kekayaan intelektual milik Amerika. Pejabat AS juga berupaya mencegah dominasi China dalam pasokan bahan tambang tanah jarang, yang merupakan material penting bagi industri teknologi tinggi dan dapat dimanfaatkan China sebagai alat tawar dalam diplomasi internasional.

Aturan yang berlaku sejak diterbitkan ini secara spesifik menargetkan model robot dan inverter yang belum dirilis. Namun, FCC memiliki kewenangan untuk mencabut izin penjualan bagi model yang sebelumnya sudah mendapatkan izin edar di AS.

Prediksi menyebutkan bahwa larangan ini dapat berdampak signifikan pada Unitree, salah satu pemimpin pasar robot humanoid global. Perusahaan ini baru-baru ini masuk dalam daftar perusahaan yang didukung militer China oleh Departemen Pertahanan AS, yang dianggap sebagai indikasi awal sebelum sanksi yang lebih berat diberlakukan.

Unitree sendiri baru saja menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk menggunakan chip AI Blackwell pada robot mereka. Pihak Nvidia mengklaim bahwa data dari robot tersebut akan tetap berada di AS, dan mayoritas pelanggan terbesar Unitree adalah institusi akademik dan penelitian Amerika. Meskipun demikian, AS tetap menyuarakan kekhawatiran bahwa robot buatan China dapat disalahgunakan untuk spionase industri, pencurian data, atau melumpuhkan fungsi vital dari jarak jauh.

FCC mengungkapkan kekhawatiran bahwa robot-robot ini dapat mengumpulkan data yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memantau warga Amerika, meningkatkan kemampuan intelijen asing, atau mengendalikan robot dari jarak jauh.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.