bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Unitree, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Hangzhou, China, telah memperkenalkan robot humanoid terbarunya yang diberi julukan "Superman". Robot ini dilaporkan mampu melakukan lompatan vertikal setinggi 2 meter dari posisi diam dan memiliki kemampuan berlari dengan kecepatan mencapai 12,66 meter per detik.
Menurut informasi yang dirilis oleh Reuters pada 17 Agustus, Unitree menyatakan bahwa pengembangan robot ini hanya memakan waktu sekitar tiga bulan. Perusahaan menambahkan bahwa robot "Superman" ini masih dalam tahap pengembangan aktif dan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan ke depan.
Unitree sebelumnya telah menarik perhatian internasional berkat robot humanoidnya yang memiliki kemampuan beragam, termasuk berlari, menari, dan melakukan gerakan seni bela diri.
Pendiri Unitree, Wang Xingxing, sempat menjadi sorotan publik setelah terlihat hadir di acara pertemuan puncak pengusaha teknologi yang dihadiri oleh Presiden Xi Jinping tahun lalu.
Melalui kanal media sosial resminya minggu lalu, Unitree mengumumkan bahwa mereka telah memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 18.000 unit robot humanoid berkaki dua dari berbagai model.
Unitree tercatat sebagai perusahaan robotika serbaguna pertama yang melakukan pencatatan saham di pasar modal daratan China.
Saham perusahaan yang memegang predikat sebagai produsen robot humanoid dengan penjualan terbesar di dunia ini mulai diperdagangkan di bursa saham Shanghai pada Rabu, 19 Agustus. Perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar 6,1 miliar yuan (setara Rp4,2 triliun) melalui penawaran umum perdana (IPO) yang dilaksanakan pada pekan sebelumnya.
Peluncuran saham Unitree di Shanghai bersamaan dengan pembukaan World Robot Conference di Beijing, yang turut meningkatkan minat investor terhadap perusahaan ini.
Penawaran umum perdana Unitree mencatat kelebihan permintaan hingga lebih dari 8.000 kali lipat dari investor ritel, sebuah rekor baru untuk segmen STAR Market/STAR50 yang berfokus pada sektor teknologi.
Startup ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi terkemuka di China, termasuk Tencent, Alibaba, dan DeepSeek.