bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Emoji Loud Crying Face Jadi Favorit Gen Z, Maknanya Lebih dari Sekadar Kesedihan

Redaksi 20 Agustus 2026 1 views
Emoji Loud Crying Face Jadi Favorit Gen Z, Maknanya Lebih dari Sekadar Kesedihan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, emoji bergambar wajah menangis keras (😭) kini menduduki peringkat teratas sebagai emoji yang paling sering digunakan oleh generasi Z, melampaui emoji tertawa terbahak-bahak (🤣) dan air mata kebahagiaan (😂).

Menurut Emojipedia.org, makna dasar dari emoji 😭 adalah kesedihan yang mendalam hingga menimbulkan tangisan yang cukup keras. Ekspresi ini digambarkan lebih intens dibandingkan dengan emoji wajah menangis biasa karena aliran air matanya yang sangat deras.

Namun, data anonim yang dikumpulkan oleh Google dari 665 juta penggunaan emoji global melalui Gboard pada tahun 2025 menunjukkan bahwa emoji 😭 tidak hanya merepresentasikan kesedihan. Emoji ini juga kerap dimanfaatkan untuk menyampaikan unsur humor, candaan, serta luapan emosi yang berlebihan.

Analisis lebih lanjut dari The New York Times terhadap unggahan di Reddit dan wawancara dengan pakar bahasa mengungkapkan bahwa generasi Z memandang beberapa emoji lain sudah terlalu umum. Studi tersebut juga mencatat bahwa emoji 😭 paling banyak digunakan oleh remaja perempuan, yang secara umum memiliki jaringan sosial dan kekayaan kosakata emosional yang lebih luas.

Sali A. Tagliamonte, seorang profesor linguistik dari University of Toronto, sebagaimana dilansir The Print, menyatakan bahwa remaja, terutama perempuan, seringkali menjadi pionir dalam perubahan bahasa, termasuk dalam penggunaan emoji.

Google juga mengamati pergeseran tren penggunaan emoji lainnya. Misalnya, emoji jempol (👍🏽) kini jarang digunakan, sementara emoji tangan berdoa (🙏🏻) justru semakin populer.

Perbedaan cara penggunaan emoji antar generasi terlihat jelas. Generasi Milenial ke atas cenderung lebih konsisten dalam menggunakan sebuah emoji, sedangkan Gen Z dan Gen Alpha menunjukkan variasi yang lebih beragam. Mereka seringkali menciptakan makna baru untuk emoji yang sudah ada atau menggantinya dengan pilihan yang dianggap lebih menarik dan relevan.

Sebagai contoh, emoji mawar merah layu (🥀) kini semakin marak digunakan oleh remaja untuk mengekspresikan kesedihan, patah hati, atau kelelahan emosional, menggantikan fungsi emoji hati retak (💔) sebelumnya. Selain itu, remaja juga lebih memilih menggunakan emoji api dalam situasi di mana generasi yang lebih tua akan menggunakan emoji 100%.

Contoh lain yang menarik adalah emoji Moai (🗿), yang menampilkan patung batu raksasa. Emoji ini menjadi populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha untuk menyampaikan respons datar, ekspresi tanpa emosi, atau sindiran halus.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.