bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Tiga Pilar Keamanan Siber Berbasis AI di Indonesia Dibahas

Redaksi 20 Agustus 2026 3 views
Tiga Pilar Keamanan Siber Berbasis AI di Indonesia Dibahas
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari Antara, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memaparkan tiga aspek krusial dalam mewujudkan sistem keamanan siber yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Ketiga aspek tersebut meliputi penyusunan regulasi yang adaptif, pertukaran informasi yang intensif, serta pengembangan talenta digital yang kompeten.

Nezar menekankan bahwa implementasi ketiga aspek ini memerlukan pendekatan kolaboratif, yang melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, pelaku industri, dan elemen masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Nezar menjelaskan bahwa pemerintah secara proaktif membuka dialog dengan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan regulasi terkait keamanan siber. Upaya ini tercermin dalam proses penyusunan peraturan pelaksana untuk Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) dan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Selanjutnya, aspek kedua yang diidentifikasi adalah pentingnya pertukaran informasi secara rutin antara sektor industri dan lembaga nasional. Kolaborasi ini bertujuan untuk membahas solusi berbasis AI yang efektif dalam mendeteksi serangan siber. Nezar menambahkan bahwa solusi AI yang dikembangkan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi korporasi besar, tetapi juga dapat diakses oleh masyarakat umum untuk keperluan sehari-hari, seperti penyaringan panggilan telepon, verifikasi identitas, dan layanan sistem verifikasi pemerintah.

Aspek ketiga yang tak kalah penting adalah pembangunan talenta digital melalui kerja sama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan. Nezar menegaskan bahwa sumber daya manusia memegang peranan vital dalam menciptakan solusi AI, mengatur tata kelolanya, serta memastikan efektivitasnya. Oleh karena itu, ia mengajak institusi pendidikan tinggi dan mitra industri untuk berperan aktif dalam mencetak profesional di bidang keamanan siber.

Lebih lanjut, Nezar berharap kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan masyarakat umum, terutama kelompok rentan. Dengan demikian, diharapkan dapat mempercepat inovasi dalam pengembangan keamanan siber berbasis AI di Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.