bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Asap Karhutla di Jabodetabek Berangsur Menjauh, BMKG Imbau Warga Waspada

Redaksi 19 Oktober 2026 1 views
Asap Karhutla di Jabodetabek Berangsur Menjauh, BMKG Imbau Warga Waspada
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, BMKG menyatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat terdeteksi memasuki wilayah Jawa bagian barat pada Jumat (16/10) kini berangsur menjauh. Pemantauan satelit menunjukkan asap sempat melintasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, tetapi tidak bertahan lama serta tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.

Pengamatan pada Sabtu (17/10) pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB memperlihatkan sebaran asap bergerak menjauh secara bertahap seiring perubahan arah dan pergerakan angin. Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, asap yang terlihat melalui satelit tidak selalu menandakan kenaikan polutan di permukaan. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau kualitas udara setempat, dan mengikuti informasi terbaru BMKG.

Data konsentrasi PM2.5 di Kemayoran berada pada kisaran 46,7 hingga 109,7 mikrogram per meter kubik, yang termasuk kategori sedang sampai tidak sehat. Sementara itu, data Indeks Standar Pencemar Udara Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara Jakarta beragam, dari baik hingga tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis. Nilai ISPU tercatat 49 di Marunda, 60 di Tanah Abang, 103 di Kelapa Gading, 116 di Menteng, dan 120 di Kebun Jeruk.

BMKG juga masih memantau asap karhutla di sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua. Sebarannya terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

Dalam pemantauan 16 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIB, BMKG mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sumatra Selatan memiliki jumlah terbanyak, yakni 189 titik, disusul Jawa Timur dengan 89 titik, Papua Selatan 63 titik, serta Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing 26 titik.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan titik panas di Kalimantan Tengah turun dari 485 pada 15 Oktober menjadi 26 pada hari berikutnya. Meski terjadi penurunan, ia menyebut potensi karhutla masih perlu diwaspadai.

BMKG memperkirakan Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan akan mengalami kondisi relatif kering pada 17-24 Oktober 2026, seiring rendahnya peluang pertumbuhan awan hujan. Peluang pertumbuhan awan hujan di atas 70 persen masih terdapat di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Angin di lapisan atmosfer 925-500 hektopaskal umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 5-34 knot, sehingga turut memengaruhi arah penyebaran asap.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.