bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 07:48 WIB

Aston Villa di Ambang Momen Penentu dalam Perburuan Trofi

Redaksi 08 Mei 2026 8 views
Aston Villa di Ambang Momen Penentu dalam Perburuan Trofi
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Aston Villa tengah memasuki momen krusial di bawah asuhan manajer Unai Emery, dengan harapan mengakhiri paceklik trofi selama 30 tahun.

Menghadapi leg kedua semifinal Europa League melawan Nottingham Forest dengan tertinggal agregat 1-0, skuad Villa menyadari tekanan untuk meraih gelar juara semakin besar. Ada persepsi yang berkembang bahwa ini adalah kesempatan terakhir bagi skuad saat ini untuk mengakhiri dahaga trofi.

Sembilan pemain dari skuad saat ini merupakan bagian dari tim saat Emery mengambil alih pada November 2022. Enam dari pemain tersebut menjadi starter pada leg pertama melawan Forest, di mana Villa mengalami kekalahan.

Stabilitas menjadi kunci kesuksesan Villa di bawah Emery, yang mengambil alih klub saat mereka berada di peringkat 14 klasemen dan hanya tiga poin di atas zona degradasi. Namun, menjelang pertandingan terpenting dalam masa kepelatihannya, muncul pertanyaan apakah Emery telah membawa tim ini sejauh mungkin.

Kekalahan kandang 2-1 dari Tottenham Hotspur pada hari Minggu, yang merupakan kekalahan ketiga berturut-turut, tidak memberikan momentum ideal bagi Villa, meskipun Emery melakukan delapan pergantian pemain. Kekalahan ini menyoroti kurangnya kedalaman skuad, dengan hanya Emi Martinez, Matty Cash, Youri Tielemans, dan Morgan Rogers yang dianggap sebagai starter utama dalam susunan pemain hari Minggu.

Meskipun demikian, Emery telah mendapatkan pujian dari beberapa manajer Liga Primer lainnya yang terkesan dengan keputusan dan strategi yang ia terapkan, terutama fokusnya pada pertandingan besar di klub.

Emery memiliki rekor empat kali juara Europa League, tiga kali bersama Sevilla dan sekali bersama Villarreal. Para staf pelatih yang dekat dengannya memprediksi penampilan yang berbeda dari kekalahan sebelumnya.

Menanggapi pertanyaan apakah ini kesempatan terakhir bagi skuad untuk meraih trofi, Emery menyatakan, "Kami terus berkembang, termasuk saya sendiri, dan kami akan memiliki lebih banyak tantangan untuk masa kini atau masa depan. Saya tidak berpikir besok adalah kesempatan terakhir bagi kami atau siapa pun. Para pemain menikmati proses yang kami jalani dan mereka sadar betapa sulitnya sepak bola, dan ini adalah momen terbesar yang kami alami dalam tiga tahun terakhir. Ini tidak akan mematahkan apa pun tentang cara kami berpikir dan berusaha untuk berkembang."

Meskipun Emery yakin timnya dapat meraih lebih banyak gelar di luar musim ini dan mengamankan tempat di Liga Champions (Villa diprediksi akan finis di lima besar Liga Primer terlepas dari nasib mereka di Eropa), perubahan dalam skuad tetap diharapkan. Skuad perlu disegarkan, dan penjualan pemain dianggap sebagai cara termudah untuk mematuhi peraturan keuangan, dengan penyerang Inggris Morgan Rogers sebagai aset terbesar.

Telah disadari bahwa sejumlah pemain perlu diganti, dan Emery telah menyadarinya sejak bulan pertama musim ini. Ia dan presiden operasi sepak bola Roberto Olabe memiliki pandangan yang sama, meskipun Olabe didatangkan untuk membantu pengembangan klub dalam jangka menengah dan panjang.

Ke depannya, akan ada fokus lebih pada pemain muda dan mengisi celah tim utama dengan pemain senior yang lebih berpengalaman, sementara Emery, seperti manajer lainnya, menginginkan pemain yang siap bermain saat ini.

Emery dan Olabe memiliki hubungan yang dekat; Emery memilih Olabe untuk menggantikan Monchi pada bulan September. Keduanya menghabiskan waktu berjam-jam mendiskusikan taktik dan filosofi, percakapan yang seringkali dimulai di kantin klub di Bodymoor Heath. Namun, keinginan untuk mendatangkan pemain baru yang dapat membawa Villa ke level selanjutnya tetap menjadi tugas yang paling menantang.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.