bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para astronom telah berhasil mendeteksi sebuah bintang yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi mengelilingi lubang hitam supermasif di pusat Galaksi Bima Sakti. Bintang yang diberi nama S301 ini tercatat memiliki kecepatan sekitar 25.000 kilometer per detik, sebuah kecepatan yang jauh melampaui pesawat komersial.
Bintang S301 memiliki orbit yang sangat dekat dengan lubang hitam pusat Bima Sakti, yang dikenal sebagai Sagittarius A*. Jarak terdekatnya dengan lubang hitam ini setara dengan jarak antara Bumi dan Matahari sebanyak 12 kali. Felix Mang, seorang mahasiswa PhD di Institut Max Planck untuk Fisika Ekstraterestrial (MPE) Jerman, menjelaskan bahwa orbit bintang ini sangat rapat, memungkinkannya menyelesaikan satu putaran dalam waktu 8,7 tahun. Fenomena orbit yang begitu rapat ini belum pernah ditemukan sebelumnya.
Para ilmuwan memprediksi bahwa lubang hitam, seperti kebanyakan objek di luar angkasa, berputar pada porosnya. Teori relativitas umum Einstein menyatakan bahwa lubang hitam yang berputar akan menyeret ruang-waktu di sekitarnya, yang kemudian melengkungkan jalur orbit bintang-bintang terdekat. Efek ini lebih terlihat jelas pada objek yang mengorbit sangat dekat dengan lubang hitam yang berputar cepat. Bintang S301 menunjukkan kombinasi orbit yang unik, yaitu sangat sempit dan lonjong (eksentrik).
Sebelumnya, para peneliti memperkirakan bahwa pengukuran putaran Sagittarius A* memerlukan waktu puluhan tahun dan data dari banyak bintang. Namun, deteksi orbit S301 sejak tahun 2017 memberikan harapan baru. Dengan mengamati pergerakan S301 hingga titik terdekatnya lagi pada tahun 2031, para peneliti optimis dapat mengumpulkan data yang cukup untuk mengukur putaran lubang hitam dalam satu dekade mendatang.
Pengamatan ini dilakukan menggunakan Very Large Telescope Interferometer (VLTI) milik European Southern Observatory (ESO) di Chili, dengan menggabungkan cahaya dari empat teleskop raksasa. Meskipun melintas sangat dekat, S301 diperkirakan tidak akan melewati batas titik tak kembali (event horizon) lubang hitam tersebut. Mang menekankan bahwa lubang hitam, meskipun memiliki massa sangat besar, tidak seperti penyedot debu kosmik, melainkan objek yang bintang-bintang dapat mengorbitnya layaknya planet mengelilingi Matahari.
Astrofisikawan Ziri Younsi dari University College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebutkan bahwa penemuan bintang S301 merupakan terobosan penting untuk memahami sejarah dan evolusi Galaksi Bima Sakti. Ia menambahkan bahwa pada titik tercepatnya, bintang ini bergerak hingga 8 persen dari kecepatan cahaya.